Saling Serang dengan Aktivis HAM, Denny Siregar Seret Nama Papua

oleh -430 views
denny-siregar
Pegiat media sosial, Denny Siregar bersama warga Papua. Foto: Twitter

RADAR CIREBON – Denny Siregar terlibat cekcok dengan aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) Veronica Koman. Ini adalah buntut dari pernyataan Denny Siregar yang menyebut minuman keras (miras) sebagai budaya Papua.

Keduanya saling mengumpat dan mengejek di Twitter. Khususnya terkait isu Papua. Veronica Koman, pengacara yang memiliki perhatian khusus terkait isu pelanggaran HAM di Papua itu pun, melancarkan serangan balik.

Sebelumnya Denny Siregar mengomentari keputusan pemerintah yang membuka investasi miras di Bali, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi Utara, dan Papua.

Denny Siregar menyebut, ke-4 Provinsi tersebut menjadikan miras sebagai budaya semenjak dulu. Sehingga wajar jika Jokowi membuka keran investasi miras di sana untuk pendapatan daerah.

Warga Papua yang tidak terima kemudian memprotes pernyataan Denny Siregar. Salah satunya disampaikan akun twitter DPW PKB Papua.

Baca juga:

Gini Amat, Baca Doa di Karaoke Ditemani PL, Minuman Keras Tersedia di Meja

Butuh Rp650 Miliar untuk Selesaikan Stadion Watubelah

Kemudian dalam unggahan yang lain di twitter, Denny Siregar memposting foto dirinya sedang bersama empat warga Papua.

Dalam keterangan unggahan tersebut dia turut menyentil Veronica Koman. “Orang Papua itu ada dua model, yang pro NKRI dan yang nolak NKRI..Jadi maaf, gua hanya mendengar orang Papua yang pro NKRI. Pendukung @VeronicaKoman sih ke laut ajah..,” ujarnya.

Cuitan Denny Siregar itu kemudian mendapat respons keras dari Veronica Koman yang memberikan balasan lewat akun twitternya.

“Eh kecombrang, bedanya gw sama elu, gw ga bakal pernah jadiin Orang Papua sebagai properti foto. Mereka tau lo kasih keterangan fotonya kek gini?,” balasnya.

“Satu lagi. Ga ada yang namanya Orang Papua “pendukung VK”. Kebalik, yang betul itu VK (Veronica Koman) pendukung Orang Papua,” tandasnya. (ttr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *