New Zealand Tekor Rp300 M Per Hari, Ekonomi Kalang Kabur karena Lockdown

oleh -44 views
DRIVE THRU: Warga Auckland mengantre untuk ditest-swab di pusat pengetesan Otara, belum lama ini. Pengetesan masif dilakukan setelah ditemukan adanya satu kasus positif baru. FOTO: Guardian.com

AUCKLAND – Wali Kota Auckland, Phil Goff menyebutkan sebagai kota terbesar di Selandia Baru, penduduknya harus diprioritaskan untuk mendapatkan vaksin. Penguncian keempat atau lockdown yang dilakukan selama sepekan terakhir menelan biaya jutaan dolar sehari.

Penguncian tujuh hari dari populasi hampir 2 juta itu dipicu oleh kasus seseorang yang telah terinfeksi selama seminggu tetapi tidak dalam isolasi. Penguncian menyebabkan beberapa acara olahraga dan budaya utama dibatalkan atau ditunda di Auckland.

tu juga menyebabkan kekacauan lalu lintas selama akhir pekan, dengan para pelancong terjebak di pos pemeriksaan kota hingga 10 jam untuk mencoba mencapai rumah mereka di Auckland. Pemerintah kota mengatakan, Auckland kehilangan sekitar 200 pekerjaan dan lebih dari USD 21,7 juta (Rp 309 miliar) per hari di bawah pembatasan level 3.

“Kami membutuhkan peluncuran vaksin untuk diprioritaskan di Auckland untuk membantu menghindari penguncian di masa depan, melindungi pekerjaan dan pendapatan, dan memastikan Auckland dapat memainkan perannya dalam mendukung pemulihan ekonomi nasional,” kata Wali Kota Phil Goff dalam sebuah pernyataan.

Perdana Menteri Jacinda Ardern mengatakan pada hari Senin, pasien Covid-19 terbaru telah membuat banyak kesalahan. Termasuk melakukan kontak dengan keluarga yang terinfeksi. Orang tersebut dikatakan telah mengunjungi tempat-tempat umum bahkan setelah mengikuti tes COVID.

“Itu memiliki konsekuensi yang menghancurkan, tidak diragukan lagi,” kata Ardern pada “The AM Show” Newshub.

Tapi terserah polisi untuk memutuskan apakah ada tindakan yang akan diambil terhadap orang tersebut.

“Orang-orang melakukan hal-hal bodoh tetapi kami tidak akan mengatasi masalah ini seandainya masyarakat merundung mereka sampai-sampai mereka tidak mengatakan yang sebenarnya,” tambahnya.

Penguncian, dengan batasan Level 3, memungkinkan orang meninggalkan rumah hanya untuk belanja barang-barang penting dan menunaikan pekerjaan penting. Tempat umum akan tetap ditutup. Selandia Baru, salah satu negara maju paling sukses dalam mengendalikan penyebaran pandemi, telah mencatat lebih dari 2.000 kasus virus corona dan 26 kematian sejak dimulainya pandemi. (ant/dil/jpnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *