RK: Energi Terbarukan Prioritas

oleh -39 views
DIKUKUHKAH: Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dikukuhkan secara virtual sebagai Ketua Umum ADPM yang saat ini bertransformasi menjadi ADPMET, Selasa (2/3). FOTO:HUMAS JABAR FOR RADAR CIREBON

BANDUNG – Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian resmi mengukuhkan Dewan Pengurus Asosiasi Daerah Penghasil Migas (ADPM) periode 2020-2025.  Pengurus baru yang dikukuhkan merupakan hasil Munas IV ADPM di Bali pada Desember 2020. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil terpilih sebagai ketua umum. Dalam kepengurusan baru ini Ridwan Kamil akan dibantu kepala daerah lain.  

Menurut Ridwan Kamil, masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan ADPM. Tapi lima tahun ke depan ADPM akan berfokus pada pengembangan energi terbarukan atau biofuel berbasis sampah, kotoran hewan, dan tumbuhan.

“Kami ingin menyelesaikan permasalahan – permasalahan dari sisi Migas, tapi kami juga ingin menjadi daerah yang mempersiapkan dan merespons masa depan terkait energi terbarukan,” ujarnya saat pengukuhan secara virtual dari Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (2/3).

Dia menjelaskan, cadangan gas dan minyak bumi Indonesia termasuk Jawa Barat semakin menipis. Maka dari itu diperlukan pengembangan pada energi terbarukan. Menurutnya, energi terbarukan ini merupakan tren global ditandai dengan kemunculan konsep transisi energi (Energy Transition) dan environmental social governance fund untuk investasi dengan prioritas eksplorasi gas dibanding minyak bumi.

“Energi terbarukan tidak bisa dihindari karena energi fosil sekarang sudah mulai menurun. Tapi gas empat kali lipat cadangan belum dieksplorasi, energi terbarukan lainnya juga belum tereksplorasi,” sebutnya.

Selain itu, ADPM juga berusaha menciptakan iklim migas yang lebih berkeadilan terutama bagi daerah-daerah kaya cadangan energi. Daerah penghasil harus mendapatkan haknya untuk dapat menyejahterakan rakyatnya.

“Kami punya prioritas teknis. Kalau (saja) bagi hasil dari pusat ini maksimal, tentu kita bisa melihat Indonesia berubah dengan cepat,” katanya.

Misi lain yang hendak dicapai ADPM adalah pengembangan SDM agar daerah tidak jadi objek atau penonton di tengah kekayaan sumber energi yang dimiliki.

“Cita-cita kami adalah (jadi) subjek. Kalau nanti ada perusahaan pasar global datang ke daerah, ya maksimal sumber daya manusianya dari daerah itu juga,” kata Ridwan Kamil.

Sebenarnya, kata Ridwan Kamil, Indonesia merupakan daerah kaya sumber energi. Namun keterbatasan infrastruktur, SDM, dan kebijakan yang belum mendukung sepenuhnya, menyebabkan banyak sumber tidak tereksplorasi.

Daerah seperti Jawa Barat, katanya, punya karakter bahwa cadangan gasnya empat kali lipat lebih banyak dibandingkan minyak bumi. Potensi paling besar sebetulnya ada pada panas bumi.

“Paling hebat dari Jawa Barat itu adalah panas bumi, tapi masih dianaktirikan. Padahal tiap hari panas dari bumi Jawa Barat itu bisa menghasilkan energi listrik yang luar biasa,” jelasnya.

Sehingga, khusus di Jawa Barat hal yang akan dimaksimalkan ADPM adalah panas bumi dan biofuel terutama dari sampah. “Mudah-mudahan dengan organisasi ini kita saling belajar,” tutupnya.

Sesuai amanat Munas IV di Bali, ADPM selanjutnya akan bertransformasi menjadi Asosiasi Daerah Penghasil Migas dan Energi Terbarukan atau disingkat ADPMET. (hms jbr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *