Syarat Vaksinasi Covid-19 Guru Jangan Dipersulit

oleh -113 views

Namun, jika tidak terdaftar, para guru dan tenaga kependidikan dapat menyertakan surat pernyataan dari pimpinan satuan pendidikan dan membawa surat tersebut ke lokasi vaksinasi.

“PTK yang terdaftar cukup membawa identitas diri ke lokasi vaksinasi yang ditentukan Pemda, jika tidak terdaftar perlu membawa surat pernyataan dari pimpinan satuan pendidikan dan membawa ke lokasi vaksinasi,” ujarnya.

Selain itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga diminta untuk terus berkoordinasi dengan Pemda untuk menghadirkan layanan vaksinasi yang memudahkan bagi seluruh guru dan tenaga kependidikan.

“Kita prioritaskan pada guru yang akan melakukan aktivitas PTM, jadi kata kuncinya adalah ketersediaan vaksin, koordinasi Pemda lalu kita prioritaskan vaksin ini kepada GTK di jenjang PAUD dan SD, lalu menengah ke pendidikan tinggi,” terangnya.

Terkait syarat vaksinasi, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi menjelaskan, bahwa tak terdapat perbedaan yang mencolok.

“Syaratnya antara lain vaksinasi diberikan kepada usia minimum 18 tahun, tekanan darah harus di bawah 180/110 mmHg,” terang Nadia.

Kemudian, kata Nadia, jika calon penerima pernah terinfeksi covid-19, dia baru dapat divaksin setelah sehat salama tiga bulan. Namun, untuk mereka yang mempunyai penyakit komorbid, seperti hipertensi, asma atau gula darah dapat diberikan vaksinasi dengan pengawasan tertentu.

“Punya riwayat penyakit jantung atau ginjal atau para penyintas atau penyandang kanker selama dokter menyatakan aman itu kita berikan vaksinasi,” pungkasnya.

Dapat disampaikan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bersama Kementerian Agama (Kemenag) tengah menyiapkan data guru dan tenaga kependidikan terkait program vaksinasi. Data itu akan jadi dasar pemerintah dalam memberikan vaksin covid-19 kepada guru dan tenaga kependidikan.

Pemerintah menargetkan melakukan vaksinasi ke seluruh guru dan tenaga kependidikan. Targetnya, ada lima juta guru dan tenaga kependidikan selesai divaksinasi pada Juni 2021. Bersamaan dengan itu, pemerintah juga menargetkan pada Juli 2021 pmebelajaran tatap muka di sekolah dapat dibuka kembali. (der/fin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *