Lima Kasus Curanmor Diungkap Polresta Cirebon, 6 Penadah Dipancing lewat Facebook

oleh -5.072 views
Curanmor-Cirebon
BARANG BUKTI: Polisi berhasil menyita motor-motor hasil curian dari 8 tersangka yang diamankan. FOTO: OKRI RIYANA/RADAR CIREBON

Sementara itu, dari jumlah tersangka yang diamankan, 6 di antaranya adalah penadah. Mereka berhasil ditangkap setelah dipancing melalui medsos Facebook.

Awalnya korban inisial TS kehilangan motor saat parkir di depan CV BTA yang berlokasi di Desa Kebonturi, Kecamatan Arjawinangun, Senin 22 Februari 2021. Ia kemudian melaporkan ke Polsek Arjawinangun.

Sembari itu, korban mencoba menelusuri motor miliknya di grup Facebook, grup jual beli motor.

Ia kemudian melihat ada motor Honda Vario yang mirip dengan miliknya telah dipasarkan di grup jual beli motor Arjawinangun-Gegesik-Susukan. Postingan itu langsung direspons oleh korban dengan pura-pura sebagai pembeli. Korban pun menawar hingga harga deal dan melakuklan transaksi.

“Korban pura-pura sebagai pembeli. Kemudian menghubungi pelaku untuk ketemuan atau transaksi. Pelaku dipancing. Dan saat ketemuan langsung digerebek oleh penyidik dan motor dicocokkan dengan milik korban. Setelah cocok nomor kerangka dan mesinnya, pelaku berinisial IM diamankan,” papar Kapolresta Kombes Syahduddi didampingi Kasat Reskrim Kompol Rina Purwitasari.

Dari penangkapan IM itu, kemudian dikembangkan oleh penyidik. Ternyata ada lima nama lainnya yang juga merupakan penadah dari barang hasil curian.

Tim Polsek Arjawinangun kerja sama dengan Tekab 852 Satreskrim Polresta Cirebon mendatangi satu per satu rumah milik penadah lainnya. Akhirnya, enam tersangka sebagai penadah diamankan.

Di antaranya IM (33), SY (45) dan SP (27). Ketiganya merupakan warga Kecamatan Arjawinangun. Lalu RS (27) warga Kecamatan Kaliwedi, JH (39) warga Kecamatan Gegesik, dan MR (20) warga Krangkeng, Kabupaten Indramayu.

Dari tangan mereka, polisi berhasil menyita dua motor hasil curian yang kini dijadikan sebagai barang bukti kejahatan.

Dari hasil pemeriksaan, ternyata empat pelaku membeli hasil pencurian dari wilayah hukum Polsek Pabuaran.

“Jadi ada empat tersangka dilimpahkan ke Polsek Pabuaran karena mereka membeli hasil curian yang lokasinya di Pabuaran,” tandasnya.

Di tempat yang sama, pelaku berinisial RS mengaku belum menjual motor Honda Beat tersebut. Ia baru memasarkannya dengan harga Rp4,7 juta. Barang tersebut belum laku.

“Saya belum menjual. Barang masih ada, itu,” katanya sambil menunjuk barang bukti motor yang disita polisi. (cep)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *