Jalin Kerja Sama Tingkatkan Pariwisata Keraton dan Pemberdayaan Desa lewat UMKM

oleh -110 views
Keraton-Kacirebonan
Keraton Kacirebonan menjalin bekerjasama dengan Yayasan Sahabat Desa Mandiri Jawa Barat di Ruang Prabayaksa Keraton Kacirebonan. FOTO: DEDI HARYADI/RADARCIREBON.COM

CIREBON – Keraton Kacirebonan menjalin kerja sama dengan Yayasan Sahabat Desa Mandiri Jawa Barat. Kerja sama itu dalam rangka meningkatkan kualitas Keraton Kacirebonan terkait pariwisata dan pengembangan desa menjadi desa berdaya.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) di Ruang Prabayaksa Keraton Kacirebonan, Jumat sore (5/3).

“Tujuan dari penandatanganan perjanjian kerja sama ini adalah untuk menyampaikan informasi dan menyusun program kerja dalam rangka penyelenggaraan kegiatan Keraton Kacirebonan seperti pengembangan Keraton Kacirebonan dalam segi pariwisata dan wirausaha, usaha pengembangan desa di Cirebon yang meliputi pemberdayaan ekonomi UMKM, Sumber Daya Alam yang dimiliki, pendidikan, wisata, Kesehatan dan kerja sama kemitraan,” ujar Sultan Kacirebonan IX Pangeran Raja Abdul Gani Natadiningrat kepada radarcirebon.com.

Dijelaskan Sultan, ruang lingkup perjanjian kerja sama tersebut meliputi program SDGs 3 pilar SDM. Kemudian pembentukan dan pembinaan chapter Desa Sitiwinangun, Desa Jemaras Kidul dan Desa Panambangan serta Desa Berdaya SDGs di Kabupaten Cirebon.

Kemudian mengembangkan Keraton Kacirebonan menjadi Keraton Kacirebonan SDGs dalam kegiatan wisata sebagai kearifan budaya lokal. Termasuk penampilan sanggar budaya tari dan kerajinan baik secara daring, webinar, live atau hybrid.

“Keraton Kacirebonan SDGs menjadi Gateaway atau pintu gerbang dan pusat informasi untuk masuk mewakili wisata yang ada di Kota Cirebon, dan menjadi objek wisata favorit,” jelasnya didampingi Elang Blue Gun Darmakoesoema, Pangeran Keraton Kacirebonan.

Sementara itu, Konjen RI untuk Toronto, Leonard F Hutabarat melalui video tapping menyampaikan dukungan atas kerja sama Yayasan Sahabat Desa dengan Keraton Kacirebonan khususnya dalam menciptakan UMKM-UMKM andal yang memproduksi produk-produk siap ekspor.

“Mebel rotan/kayu dan seafood (makarel) dapat menjadi produk unggulan Cirebon untuk diekspor ke Kanada. Kanada juga dapat dijadikan pusat (hub) untuk ekspor produk Indonesia terutama Cirebon ke AS, dan Meksiko. Mengingat ketiga negara tersebut mempunyai perjanjian perdagangan US-Mexico-Canada Trade Agreement (USMCA) yang ditandatangani tahun 2018,” ujarnya.

Menurut Leonard, Kolaborasi Kasultanan Cirebon dan Yayasan Sahabat Desa diharapkan dapat memberdayakan UMKM Cirebon dan meningkatkan kesejahteraan para perajin rotan dan masyarakat Cirebon pada umumnya.

“Kami menekankan perlunya memperhatikan sertifikasi (HACCP, ocean wise dan BAP), labelling, kemasan produk, dan ingredient, untuk ekspor produk ke Kanada. Sementara, untuk mebel kayu dan rotan ada standar khusus dari sisi kualitas produk agar produk tersebut dapat dipasarkan di wilayah dengan temperatur yang ekstrem,” ujarnya.

Penandatanganan Memorandum of Agreement tersebut dihadiri Kadis DKOP Kota Cirebon Agus Suherman yang mewakili Wali Kota Cirebon dan secara virtual dengan Sekretaris Jenderal DPR RI DR Ir Indra Iskandar dan Konjen RI untuk Toronto, Leonard F Hutabarat. (rdh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *