Mantan Anggota Dewan Ini, Dulunya Anggota XTC

oleh -924 views
Jafarudin

CIREBON – Tidak banyak yang tahu, sosok Jafarudin, mantan anggota DPRD Kota Cirebon ternyata di masa mudanya menjadi figur sentral lahirnya XTC.

Kepada Radar Cirebon, Jafarudin menceritakan sejarah XTC bermula di Cirebon. Menurut dia, ketika itu dibawa ke Cirebon pada tahun 1988.

Kebanyakan mereka yang membawa ke Cirebon itu adalah anak-anak yang berkuliah di Bandung. Biasanya berkumpul di kawasan Bima.

Jika di Bandung anggota XTC rata-rata anak kolong, tapi di Cirebon justru anak-anak orang kaya.

Karena ingin kegiatannya tersistem dengan baik, tahun 1995 mulai ada pembentukan kepengurusan XTC. Tujuannya agar lebih terstruktur. Dengan 4 calon dan Jafarudin terpilih mutlak.

Walaupun dirinya bukan anak dari kawasan Bima, melainkan kawasan Tangkil, hal itu tidak menjadi persoalan. XTC memang murni sebagai komunitas motor.  Saat itu persyaratan masuk XTC cukup punya motor dengan jenis.

“Minimal anaknya orang punya karena yang dibanggakan waktu itu motor RX King,” tegasnya.

Setelah dibentuk pengurus, kata Jafarudin,  ia membuat program kegiatan untuk membesarkan XTC. Seperti touring dan baksos hingga Pangandaran.

Karena dulu klub motor, makanya XTC khusus Cirebon itu bukan mengagungkan kekerasan atau kebrutalan, tapi mengedepankan kreativitas dan banyak program.

XTC saat itu tidak punya musuh. Hanya bersaing. Saingannya adalah Cirebon Racing Club (CRC). Belum ada Moonraker maupun GBR. Pada masa itu Moonraker berbasis di Bandung.

Jafarudin menyebutkan bentrokan dengan klub lain sebenarnyabisa dihindari. Kuncinya sesama ketua klub berkomitmen.

Diakuinya, selama menjabat sebagai ketua XTC Cirebon sejak 1995 hingga 2012, tidak ada bentrokan dengan CRC. Jafar memiliki komunikasi yang baik dengan ketua club lain.

“Intinya Membangun komunikasi antar klub motor termasuk komunikasi ke kepolisian,” ujarnya.

Jafarudin menyesalkan ketika XTC tahun 2012 malah masuk ke yang politik dan menjadi OKP. Padahal aslinya klub motor.

Dirinya menegaskan tidak semua klub motor memiliki kemampuan sebagai OKP (organisasi kepemudaan). (abd)

Baca juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *