Sinarancang Punya Kedai Kopi di Tengah Danau Setupatok

oleh -875 views
obrolan santa i: Camat Mundu H Anwar Sadat (kiri) menemani tim Gowes Cirebon Katon di Kedai Kopi Kabarong.

CIREBON – Cuaca Sabtu (6/3) pagi lalu masih dirundung awan. Namun, tak menghalangi tim Asal Gowes Cirebon Katon Radar Cirebon Group untuk mengayuh pedal kuda besi ke desa tujuan.

Setelah pekan lalu menempuh jarak 41 KM ke perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah. Pada akhir pekan kemarin, sengaja mengambil rute pendek. Yakni, di perbatasan antara Kota Cirebon dan Kabupaten Cirebon.
Desa Sinarancang, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon adalah tujuan utama gowes kali ini.

Desa yang belakang terkenal dengan Padepokan Anti Galau milik Ustad Ujang Busthomi rupanya sudah bertransformasi.
Transformasi tersebut dibuktikan dengan berdirinya sebuah unit usaha yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Usahanya pun cukup menarik, yakni mengelola sebuah kedai kopi yang berada di tengah-tengah sawah dengan background danau Setupatok.
Usaha tersebut moncer. Direspons baik. Memanfaatkan tanah bengkok milik kuwu, para pemuda di Desa Sinarancang berinovasi dengan memanfaatkan sumber daya alam yang tidak sudah ada.

Menurut Ketua BUMDes Rancang Jaya, Dalim bahwa kedai kopi yang berdiri sejak tanggal 25 Februari 2021 lalu diberi nama Kabarong. Nama tersebut diambil dari nama blok yang menjadi lokasi cafe tersebut. “Kami sengaja mengambil lokasi di sini karena konsepnya pedesaan dan alam,” tuturnya.

Menu yang ditawarkan tidak jauh seperti cafe pada umumnya. Yakni menyajikan minuman kopi, teh dan aneka cemilan lainnya. Namun, dia menambahkan, yang membuat bedanya adalah pemandangannya.
“Danau Setupatok adalah potensi yang dimiliki desa kami.

Maka, itulah latarbelakang kami membuat cafe ini, yakni menjual pemandangan danau dengan menikmati sajian yang kami berikan,” imbuhnya.

Sejak dibuka beberapa pekan lalu, kedai kopi Kabarong perkembangannya cukup bagus. Setiap sore, banyak pengunjung yang datang untuk menikmati kesejukan udara dan indahnya matahari terbenam. “Alhamdulillah pengunjung banyak. Bahkan, komunitas sepeda pun ada beberapa yang mampir,” terangnya.

Untuk jam operasi, Dalim menyampaikan, sampai saat ini kedai mulai dibuka pukul 8 pagi dan tutup pukul 6 sore. “Kedepan nanti kita coba buka sampai malam, tapi sekarang belum bisa karena berbagai pertimbangan. Salah satunya penerangan jalan dan masih pandemi Covid-19,” ucapnya.

Sementara, Kuwu Sinarancang, Munadi mengungkapkan berdirinya kedai kopi Kabarong ini merupakan aspirasi dari generasi milenial yang ada di desa. Mereka melihat Desa Sinarancang punya potensi yang cukup bagus, berupa bentangan alam yang indah.

“Kita punya alam yang cukup bagus, kemudian dijabarkan oleh anak muda dengan konsep usaha kekinian. Maka, jadilah kedai kopi Kabarong,” ungkapnya.

Kedepan, tentu saja pihaknya akan melakukan banyak pengembangan. Pasalnya, kedai kopi ini merupakan bagian dari pengembangan potensi pariwisata yang  menjadi target utama dari pembangunan desa. “Kita akan bangun satu persatu, agar sarana dan prasarananya memadai,” katanya.

Dia berharap, dengan kehadiran kedai kopi Kabarong mampu meningkatkan pendapatan asli desa dan mampu menyerap tenaga kerja lokal. “Adanya kedai pasti ada penghasilan yang bisa masuk ke kas desa. Dan, anak-anak muda yang lulusan SMA atau sarjana bisa bergabung untuk mengembangkan lini bisnis ini,” pungkasnya. (jun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *