Redam Tensi Politik, Ono Surono Ajak Ngopi Acep-Ridho di Pojok DPR RI

oleh -193 views
Ono-Ajak-Ngopi-Acep-Ridho
Ketua DPD PDIP Jabar Ono Surono saat mempertemukan Bupati dan Wabup Kuningan di Pojok DPR RI, Jakarta, Kamis (18/3). FOTO: IST

JAKARTA – Tensi politik yang memanas antara Bupati Kuningan Acep Purnama dengan pasangannya, Wabup HM Ridho Suganda, akhirnya sedikit mereda. Itu setelah keduanya dipertemukan Ketua DPD PDI Perjuangan Jabar Ono Surono di Jakarta, Kamis (18/3) petang.

Foto pertemuan Ono, Acep dan Ridho yang diunggah di akun pribadi instagram Ono Surono, langsung viral di berbagai sosial media. Bahkan langsung menyebar di berbagai Watshapp group berbagai kalangan di Kuningan, sehingga langsung menjadi perbincangan baru.

Banyak yang menyimpulkan pertemuan tersebut akan mengakhiri “pertikaian” Acep-Ridho yang beberapa hari ini menjadi bulan-bulanan pemberitaan berbagai media, baik cetak maupun elektronik, lokal bahkan nasional. Namun tak sedikit ada pula yang menduga perdamaian hanya berlangsung sebentar, kemudian di Kuningan bisa jadi berlangsung panjang.

Radar Kuningan pun menghubungi Ketua DPD PDIP Jabar Ono Surono melalui sambungan telepon. Respons cepat dibalas Ono dengan menyampaikan rilis resmi terkait pertemuannya dengan dua pasangan pimpinan daerah Kuningan yang dikenal sebagai Kota Kuda ini.

“Nanti saya kirim rilis saja ya, beserta fotonya lewat WA. Kebetulan saya baru nyampe rumah nih,” sebut Ono.

Sesaat kemudian, Ono pun langsung mengirimkan rilis resminya terkait hasil obrolan antara dia dengan Acep dan Ridho di Fraksi PDI Perjuangan DPR RI. Ia memberikan keterangan bahwa Bupati dan Wakil Bupati (Acep-Ridho) adalah Dwi Tunggal untuk membangun Kuningan.

“Hari Kamis, 18 Maret 2021 di sebuah ruangan yang disebut Pojok DPR, saya dikunjungi oleh Bupati dan Wakil Bupati Kuningan, Saudara Acep Purnama dan M Ridho Suganda dalam rangka mendiskusikan pembangunan di Kabupaten Kuningan, sekaligus menanggapi isu-isu yang saat ini berkembang di Kuningan tentang ketidakharmonisan Bupati dan Wakil Bupati Kuningan,” kata Ono.

Ia bersama Acep dan Ridho sangat mengerti betul hal-hal apa saja yang menjadi tugas dan tanggung jawab, baik sebagai anggota legislatif maupun eksekutif. Seperti yang diajarkan PDI Perjuangan bahwa kekuasaan itu bukan tujuan utama, tapi bagaimana setiap jabatan yang diemban merupakan alat perjuangan untuk menyejahterakan rakyat.

“Kuningan adalah sebuah kabupaten yang masih mempunyai pekerjaan rumah yang besar untuk menyelesaikan masalah kemiskinan, pendidikan dan kesehatan. Sehingga perlu sinergitas antara pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi dan pemerintah pusat, yang diawali dengan kerja bersama, Gotong Royong antara Bupati dan Wakil Bupatinya,” ungkap Ono.

Menurut Ono, Acep Purnama dan M Ridho Suganda adalah kader terbaik di Kabupaten Kuningan. Keduanya pun menjabat sebagai struktur partai di DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kuningan sebagai Ketua dan Wakil Ketua Bidang Pemuda dan Pariwisata. Mereka mempunyai komitmen yang tinggi untuk bisa menjalankan tata kelola partai, baik sebagai struktural maupun eksekutif.

Terkait masalah isu yang berkembang bahwa keduanya terlibat konflik, sampai akhirnya wakil bupati mengembalikan fasilitas, hal itu kata Ono, merupakan sebuah romantika, dinamika dan dialektika (Rodinda) yang diawali dengan komunikasi yang jarang dilakukan secara langsung.

“Setelah keduanya bicara panjang lebar dan menyatakan komitmennya untuk selalu berada di jalur pengabdian. Maka tidak ada jalan lagi kecuali jalan untuk selalu bersama-sama membangun Kuningan. Acep Purnama dan M Ridho Suganda akan tetap solid dan kompak dalam satu bingkai Dwi Tunggal,” tutur Ono.

Di hadapan Ono, Acep Purnama menyampaikan kesiapannya untuk selalu bekerja untuk rakyat, dan masalah yang muncul belakangan dikarenakan adanya mis komunikasi. Selain itu, Acep juga menyatakan komitmennya untuk memperbaiki mis komunikasi serta selalu menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik.

“Begitu pula dengan M Ridho Suganda. Beliau menyampaikan permohonan maaf dan menyatakan komitmennya untuk selalu menjalankan mandat rakyat dengan sebaik-baiknya,” sebut Ono.

Untuk masalah fasilitas yang telah dikembalikan, Ono menyerahkan sepenuhnya kepada M Ridho Suganda untuk menindaklanjutinya. Karena semua fasilitas yang diberikan oleh negara yang bersumber dari uang rakyat, senyatanya dipergunakan untuk menunjang kinerja wakil bupati membangun Kuningan. (muh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *