Ngeri, Kemunculan Hewan Mitologi Gajah Mina di Laut Natuna, Begini Kata Peneliti

oleh -115 views
gajah-mina-f
Bangkai hewan misterius yang sempat dikira Gajah Mina di Laut Natuna Utara ternyata paus baleen . foto: istimewa

WARGA di sekitar Laut Natuna Utara, Kepulauan Riau dihebohkan dengan kemunculan hewan mitologi yang mereka kenal sebagai Gajah Mina.

Hewan mitologi tersebut disebut-sebut memiliki kemiripan dengan gajah. Memiliki belalai, berkuping lebar dan bertubuh besar. Namun bisa berenang.

Kehebohan itu bermula saat ditemukannya bangkai hewan misterius berukuran sekitar 12 meter di Laut Natuna Utara. Bangkai hewan yang mengambang ini disebut mirip dengan Gajah Mina.

Namun, berdasarkan fakta yang diungkap peneliti mamalia laut Pusat Pusat Penelitian Oseanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), bangkai hewan yang menghebohkan itu bukan Gajah Mina seperti diyakini masyarakat.

Hewan tersebut merupakan paus dengan jenis baleen atau mysticety. Dijelasnakan bahwa paus jenis ini memiliki rahang bawah yang terpisah. Sehingga terlihat seperti ada dua bagian menyerupai gading gajah.

Baca juga:

Segera Dibuka, Pendaftaran CPNS Bagi Lulusan SMA

Ya Ampun! Jambret Ini Bawa Anak dan Istri saat Melakukan Kejahatan

“Kalau gajah punya gading, tetapi yang ada di paus ini sebenarnya rahang bawah. Cuman rahang bawah itu tidak tersambung jadi berbentuk dua bagian seperti dua gading, kanan sama kiri sama seperti gading pada gajah,” kata Sekar Mira, sebagaimana dilansir dari CNNIndonesia.

Sekar Mira memaklumi kepercayaan masyarakat terhadap hewan mitologi seperti Gajah Mina. Menurut dia, hal itu bisa terjadi lantaran ketidak pahaman terhadap kekayaan biota laut Indonesia yang sangat kaya.

“Mungkin kita belum terlalu mengenal laut kita sehingga ketika ada yang terdampar kemudian dia lihat mungkin bentuknya besar dan seperti gading. Gading kan indentik dengan gajah, masyarakat lebih mengenal gajah jadi itu identik dengan Gajah Mina yang ada di di mitologi kita yang merupakan gajah yang bisa berenang di laut,” jelasnya. (*)