Motor Dicuri, Kurang dari Sehari Ditemukan lewat FB

oleh -1.042 views
Motor-Hilang-Balik-Lagi
KEMBALI LAGI: Polisi menunjukkan motor Yamaha Vega nopol E 4234 LS yang diembat maling pukul 11.00 dan berhasil ditemukan lagi pukul 16.00. FOTO: CECEP NACEPI/RADAR CIREBON

CIREBON – Masandi (32) memang teledor. Tapi nasibanya masih mujur. Pria asal Blok Astana, Desa Cirebon Girang, Kecamatan Talun, itu sempat kehilangan motor Yamaha Vega nopol E 4234 LS.

Untungnya, kurang dari satu hari, motor itu berhasil ditemukan. Pelakunya pun berhasil ditaklukkan.

Kejadian unik menimpa Masandi ini terjadi pada Jumat (12/3) sekitar pukul 11.00 WIB. Korban adalah penjual burung dan jangkrik di dekat rumahnya.

Ketika itu, ia mencari daun pisang di kebun kosong. Pikirnya, hanya sebentar dan pasti aman. Sehingga kunci motor Yamaha Vega masih nyantol di motor.

Dia tersentak saat hendak pulang. Motor sudah lenyap dibawa kabur maling. Masandi dan temannya mencoba mencari berputar-putar wilayah Kecamatan Talun. Upaya itu gagal.

Ia mendatangi Makopolsek Talun pada pukul 14.00 WIB untuk melaporkan kejadian itu. Setelah melapor ke polisi, Masandi membuka media sosial Facebook (FB). Tanpa sengaja, ia melihat foto motor miliknya sudah diunggah orang di grup jual beli motor seken dan aksesori.

Di situ, motor dijual cepat dengan harga Rp1.500.000. Langsung saja, korban ikut komentar di postingan tersebut.

Korban pun berpura-pura sebagai pembeli dan menawar harga motor tersebut. Penjual motor berinisial HR (38) itu terpancing.

Korban dan pelaku sempat saling tawar. Akhirnya, mereka sepakat dengan harga Rp1.400.000. Keduanya kemudian janjian ketemuan untuk melakukan transaksi.

Tidak butuh waktu lama, saat itu juga sekitar pukul 16.00, korban bertemu dengan pelaku HR di Penggung, Kota Cirebon. Korban membawa temannya.

Saat ketemu, korban meminta pelaku menunjukan BPKB dan STNK. Namun, HR tak bisa menunjukannya.

Setelah dicek dengan teliti, benar saja motor tersebut milik Masandi. Korban pun langsung menangkap HR dan membawa pelaku ke Polsek Talun untuk segera diproses hukum.

Kepada polisi, HR mengaku kalau motor yang ia jual didapatkan dari seseorang yang tidak dikenal. Ia baru membeli motor tersebut seharga Rp500.000.

Ia tertarik dengan motor murah dan dijual kembali saat itu juga. Dengan tujuan mencari keuntungan.

“HR adalah penadah. Katanya motor dapat beli dari seseorang seharga Rp500 ribu. Kemudian ia jual kembali ke media sosial agar mendapat keuntungan. Sementara pelaku utamanya sudah kabur. Tapi pengakuan HR ini masih kita dalami,” kata Kapolsek Talun AKP Yuliana, kemarin.

HR kini mendekam di ruang tahanan Mapolsek Talun. Pria asal Harjamukti, Kota Cirebon, itu dijerat dengan Pasal 480 KUHpidana tentang Pertolongan Terhadap Kejahatan dengan ancaman kurungan penjara maksimal 4 tahun. (cep)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *