Kerahkan Kapal Perang, Desak China Tinggalkan Whitsun Reef

oleh -58 views
lustrasi kapal perang Filipina/Net

KONFLIK antara Filipina dengan China di Laut China Selatan kian memanas. Bahkan, Manila mendesak agar kapal-kapal China segera meninggalkan wilayah Whitsun Reef. Presiden Filipina Rodrigo Duterte berjanji akan melindungi wilayah maritim kedaulatannya, di tengah kekhawatiran internasional atas beroperasinya kapal-kapal China di Laut China Selatan.

Komitmen tersebut diungkapkan Duterte saat pertemuan bilateral dengan Duta Besar China di Manila.

Filipina telah mengajukan protes diplomatik atas kehadiran lebih dari 200 kapal yang diyakini diawaki milisi maritim, di Whitsun Reef yang masih bagian dalam zona ekonomi eksklusif 200 mil sesuai klaim kedaulatan wilayah Filipina

“Presiden mengatakan sangat prihatin. Setiap negara akan prihatin dengan jumlah kapal sebanyak itu,” ujar Juru bicara Duterte, Harry Roque, dikutip Associated Press, Jumat (26/3).

Roque mengatakan, Duterte kembali menegaskan kepada Duta Besar China untuk Filipina, Huang Xilian, pihaknya telah memenangkan kasus arbitrase penting pada tahun 2016, yang memperjelas hak kedaulatannya di tengah klaim China atas Laut China Selatan.

Putusan tersebut membatalkan klaim garis putus-putus China atas 90% Laut China Selatan, jalur perdagangan internasional yang menghasilkan $3,4 triliun (Rp49.110 triliun) per tahun. Brunei, Malaysia, Filipina, Taiwan, dan Vietnam juga memiliki klaim atas perairan strategis itu.

Namun hingga kini, Kedutaan China di Manila tidak segera menanggapi permintaan komentar atas pertemuan tersebut. Seorang juru bicara militer Filipina menyebut ahli pertahanan China membantah adanya milisi di atas kapal.

Sementara juru bicara militer Filipina Mayor Jenderal Edgard Arevalo mengatakan, pihaknya pada Kamis (25/3) telah mengerahkan kapal Angkatan Laut untuk memperkuat patroli maritim di perairan sengketa tersebut.

“Dengan meningkatnya kehadiran ratusan kapal di daerah tersebut, kami berkomitmen Angkatan Bersenjata Filipina (AFP) akan melindungi kedaulatan negara,” kata Arevalo.

Arevalo menyebut para pejabat militer telah bertemu dengan perwakilan dari China pada Rabu (24/03), membahas situasi di Laut China Selatan. Menteri Pertahanan Filipina mendesak agar kapal-kapal Tiongkok segera meninggalkan Whitsun Reef.(*)