Pejabat Amerika Buka Baju, Tunjukkan Luka Bekas Perang, Kecam Kekerasan Rasial

oleh -64 views
lee-wong-pejabat-amerika-serikat
Tangkap layar Lee Wong, mengejutkan semua orang karena membuka pakaiannya selama pertemuan Selasa di kota West Chester, Cincinnati, Ohio. Foto: NBC News

OHIO – Seorang pejabat kota West Chester, Cincinnati, Ohio, Lee Wong, menunjukkan bekas luka saat dirinya bertugas di militer Amerika Serikat.

Dalam forum itu, Wong berbicara tentang pengalamannya sendiri tentang diskriminasi, menyusul pembunuhan enam wanita Asia di Atlanta, Georgia dan di tengah lonjakan serangan terhadap komunitas Asia-Amerika.

Melansir Newsweek pada Sabtu (27/3/2021), politisi berusia 69 tahun itu menggambarkan bagaimana dia “malu” karena orang-orang memandangnya dengan aneh, dan mempertanyakan kesetiaannya kepada negara.

“Saya akan menunjukkan kepada Anda seperti apa patriotisme, dan bagaimana pertanyaan tentang patriotisme seharusnya,” katanya sambil membuka kancing bajunya. “Ini buktinya. Ini didapat dari pengabdian saya di militer AS. Apakah ini tidak cukup patriot? Saya tidak akan malu berjalan-jalan lagi,” tambahnya.

Dia menggambarkan pengalaman buruknya saat berada di Chicago. Dia dipukuli karena ras-nya. Dia bahkan sempat memperkarakan kasus tersebut ke pengadilan. Tetapi para penyerangnya tidak dihukum.

“Sudah terlalu lama, kita, aku telah, tahan dengan banyak omong kosong, maafkan bahasa saya. (Saya) terlalu takut untuk berbicara, takut lebih banyak pelecehan dan diskriminasi.”

Video pidatonya dibagikan secara luas di Twitter, di mana telah dilihat lebih dari dua juta kali sejak diposting pada Rabu (24/3/2021).

Anggota parlemen Demokrat dan pemimpin Asia-Amerika telah mengaitkan munculnya serangan terhadap komunitas dengan retorika anti-Asia dari pemerintahan Donald Trump.

Sejak dimulainya pandemi virus corona, istilah yang merendahkan seperti “virus China” dan “kung flu” juga dikatakan telah menambah iklim ketegangan rasial.

Wong, yang merupakan seorang Republikan meskipun pemilu di kota non-partisan, mengatakan dia senang dengan tanggapan atas pidatonya. (yud)

Baca juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *