Prokes Ala Rezim Menggema di Twitter, Hajatan di Kuningan Dibubarkan Polisi

oleh -3.029 views
presiden-jokowi-pernikahan-atta-aurel
Presiden Joko Widodo saat menghadiri pernikahan Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah. Foto: Setneg

Setelah menerima informasi itu, pihaknya pun langsung mendatangi lokasi. Namun kata Agus pihaknya tidak membubarkan acara resepsi tersebut.

Kata Agus pihaknya hanya menghentikan kegiatan hiburan dangdutan yang diadakan pada acara resepsi tersebut. Bukan membubarkan pernikahannya.

Perbedaan dalam penerapan PPKM memang terjadi di beberapa daerah. Sehingga tidak bisa dibandingkan satu sama lain. Kabupaten Kuningan misalnya. Pernah menerapkan adanya larangan melaksanakan resepsi pernikahan melalui surat edaran bupati di masa PPKM.

Lain lagi di Kota Cirebon di mana pada perpanjangan PSBB Proporsional memberikan pelonggaran terhadap aktivitas MICE (Meeting, Incentive, Conference, and Exhibition). Juga jam buka bagi rumah makan, restoran juga aktivitas drive thru 24 jam.

Belum lagi dengan adanya protokol CHSE. CHSE adalah penerapan protokol kesehatan yang berbasis pada Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment Sustainability (Kelestarian Lingkungan).

Kemenparekraf sebagai lembaga yang menaungi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif menggencarkan protokol kesehatan CHSE, agar dapat diimplementasikan oleh badan usaha masyarakat.

Kembali ke acara pernikahan Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah. Helatan ini menjadi sorotan diantaranya karena disiarkan secara langsung oleh salah satu televisi nasional.

Sebelumnya Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) telah memanggil dan memberi peringatan kepada pihak RCTI terkait penyiaran acara tunangan Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah. KPI pun memberikan sejumlah catatan untuk acara akad nikah Atta dan Aurel yang sedianya tetap disiarkan di televisi.

Dia menjelaskan dalam rapat pleno KPI, ada beberapa catatan untuk tayangan akad pernikahan Atta dan Aurel. Dia mengatakan perlu adanya deklarasi bahwa tamu yang hadir dan seluruh crew telah di-Swab PCR/Antigen.

“Dalam setiap tempat yang digunakan harus diterapkan protokol kesehatan,” imbuh Mulyo. (yud)

Baca juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *