13 Ribu Warga Mengungsi, Korban Jiwa Bencana Alam di NTT 124 Orang

oleh -19 views
KONFERENSI PERS: Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Dr Raditya Jati menyampaikan update penanganan bencana di wilayah Nusa Tenggara Timur, Rabu (7/4). FOTO:TWITTER BNPB

JAKARTA-Korban jiwa bencana alam di Nusa Tenggara Timur (NTT) bertambah menjadi 124 orang. Korban jiwa mungkin masih dapat bertambah.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Raditya Jati mengatakan berdasarkan data BNPB hingga Rabu (7/4) pukul 14.00 WIB, jumlah korban jiwa akibat banjir bandang dan longsor di NTT sebanyak 124 orang.

“Sekali lagi, data sangat dinamis dan akan terus kami update (perbarui),” katanya dalam konferensi pers secara virtual dari Graha BNPB, Rabu (7/4).

Disebutkannya, berdasarkan data yang dimiliki, korban jiwa tersebar di beberapa daerah. Sebanyak 67 orang meninggal di Kabupaten Flores Timur, 20 orang di Kabupaten Lembata, 21 orang di Kabupaten Alor, tiga orang di Kabupaten Malaka, dua orang di Kabupaten Sabu Raijua, serta masing-masing satu orang di Kota Kupang, Kabupaten Kupang, dan Kabupaten Ende. Selain itu, 74 orang masih dilaporkan hilang.

Bencana berupa banjir, tanah longsor, dan angin kencang akibat Siklon Tropis Seroja di NTT tersebut juga mengakibatkan 129 orang terluka. Selain itu sebanyak 13.230 warga terpaksa tinggal di pengungsian.

Di wilayah Nusa Tenggara Timur, Siklon Tropis Seroja menyebabkan angin kencang, tanah longsor, banjir, dan gelombang pasang di Kabupaten Flores Timur, Malaka, Lembata, Ngada, Sumba Barat, Sumba Timur, Rote Ndao, Ende, Sabu Raijua, Alor, Kupang, Belu, dan Timor Tengah Utara serta Kota Kupang.

“Pemerintah pusat dan Pemda NTT serta instansi terkait terus berupaya melakukan penanganan darurat,” katanya.

Disampaikannya pula, Siklon Tropis Seroja diperkirakan sudah berada di wilayah Samudera Hindia di sebelah barat dari Australia dan selatan dari Indonesia. “Kecepatan angin dapat mencapai 83 km per jam. Siklon terus bergerak ke arah barat daya dengan kecepatan pergerakan 24 km per jam dengan kekuatan tetap selama 24 jam ke depan,” katanya.

STOK BERAS AMAN

Perum Bulog memastikan stok cadangan beras pemerintah untuk korban bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) sangat mencukupi.

Saat ini, di Kantor Wilayah (Kanwil) Bulog NTT stok beras tersedia sebanyak 17.600 ton. “Stok beras di Bulog NTT siap untuk disalurkan untuk bantuan bencana alam di wilayah NTT,” ujar Sekretaris Perusahaan Perum Bulog, Awaludin Iqbal dalam keterangannya, Rabu (7/4).

Sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), bahwa proses evakuasi dan penyaluran bantuan kepada korban agar dipercepat.

“Bulog Kanwil NTT langsung bergerak cepat menyiapkan stok bahan pangan yang siap untuk disalurkan sesuai dengan permintaan pemerintah daerah,” kata Iqbal.

Namun, dikatakannya, kendala faktor iklim. Badan Meteorogi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan, ada Siklon Tropis Seroja di Perairan Kupang dengan kecepatan angin mencapai 45 knot, sehingga terjadi tinggi gelombang dan cuaca ekstrem di NTT.

“Meski anginnya sangat kencang, kami memastikan tim kami di lapangan terus siaga menyiapkan stok beras yang dibutuhkan untuk penyaluran bantuan,” pungkasnya. (gw/fin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *