Bentar Lagi Puasa, Suka Kolang-kaling? Pembuatnya dari Desa Ini

oleh -323 views
pembuat-kolang-kaling
Perajin kolang kaling di Desa Cageur, Kecamtan Darma, Kabupaten Kuningan.

KUNINGAN – Sepekan menjelang Ramadan, para perajin buah kolang kaling mulai kebanjiran order. Salah satunya di Desa Cageur, Kecamtan Darma, Kabupaten Kuningan.

Saat ini permintaan kolang kaling mengalami lonjakan cukup signifikan dibanding hari biasa. Dari yang biasanya hanya memproduksi kolang kaling sekitar 20 kilogram saja per hari, kini bisa mencapai 40 kilogram.

“Biasa kalau sudah dekat bulan puasa permintaan kolang-kaling mulai ada peningkatan. Nanti puncaknya pada saat bulan puasa, sehari bisa produksi sampai 60 kilogram,” ungkap Ina Kurniasih salah satu perajin kolang-kaling di Desa Cageur kepada Radar Kuningan.

Ina mengatakan, permintaan kolang kaling tersebut tidak hanya untuk memenuhi pasar Kuningan, namun juga daerah lain seperti Cirebon, Indramayu hingga Brebes.

Peningkatan permintaan ini praktis membuat dia harus merekrut karyawan lebih banyak. Dari biasanya cukup mempekerjakan tiga hingga lima orang saja, sekarang dia harus merekrut 10 pekerja sekaligus.

“Puasa nanti, sudah pasti kewalahan. Jadi saya harus tambah pekerja hingga 10 orang supaya lebih ringan,” ujarnya.

Untuk bahan baku kolang kaling, Ina mengaku, hingga saat ini masih melimpah. Dia mendapatkan pasokan buah aren mentah  dari petani di Desa Cageur maupun desa tetangga seperti Sakerta dan lainnya.

“Insya Allah untuk bahan baku mah aman sampai Lebaran nanti juga. Pohon aren banyak tumbuh di daerah perbukitan mulai dari Sakerta hingga ke selatan Subang pun banyak,” ungkapnya.

Untuk menghasilkan kolang-kaling siap jual, buah aren yang masih hijau dipetik kemudian dimasukkan ke dalam drum lalu direbus selama tiga jam. Setelah matang, buah aren dikupas dan diambil bagian putih di dalamnya.

“Sekarang harga kolang-kaling masih standar Rp8.000 per kilogram. Nanti pas bulan puasa bisa mencapai Rp12.000, namun kalau sudah di pasar bisa jadi naik lagi,” ujar Ina. (fik)

Baca juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *