Naik Turun Penumpang Bus Trans Cirebon di Shelter yang Ditentukan, Tidak Sembarang Tempat

oleh -1.442 views
Wali-Kota-Cirebon-Nashrudin-Azis
Wali Kota Cirebon, Nashrudin Azis. Foto: Dedi Haryadi/radarcirebon.com

CIREBON – Pengoperasian Bus Rapid Transit (BRT) atau Trans Cirebon diyakini akan membuat Kota Cirebon semakin maju.

Hal tersebut diungkapkan Wali Kota Cirebon Nashrudin Azis ditemui usai menghadiri penandatanganan perjanjian kerja sama layanan penerimaan pembayaran tiket BRT Trans Cirebon di ruang Adipura Kencana, Balai Kota Cirebon, Jumat (9/4).

“Kami berterima kasih kepada semua pihak yang peduli terhadap persoalan yang dihadapi oleh Pemda Kota Cirebon. Sudah dua tahun BRT diterima Pemkot Cirebon, namun tak kunjung dioperasionalkan,” ungkapnya.

Menurut Azis, ada sejumlah pihak yang akhirnya menyarankan agar BRT dikembalikan lagi.

“Tapi masa kita yang minta lalu kita yang mengembalikan. Untuk itu kami berupaya dengan segala potensi yang dimiliki agar BRT Trans Cirebon ini bisa beroperasi. Alhamdulillah, akhirnya kerja sama hari ini bisa terwujud. Sehingga bisa mengoptimalkan pemanfaatan BRT Trans Cirebon untuk kepentingan masyarakat,” ujarnya.

Azis menyebutkan, keberadaan BRT Trans Cirebon diyakini akan membuat Kota Cirebon menjadi kota yang semakin maju.

“Salah satu ciri kota yang maju yaitu adanya angkutan umum massal seperti bus. Jika dalam pengoperasian BRT Trans Cirebon ini ada sejumlah kendala, saya meminta dinas terkait dan pengelolanya untuk tidak patah semangat. Yang membuat saya bahagia, BRT Trans Cirebon mengoptimalkan pembayaran secara digital dengan melibatkan Bank Indonesia dan BJB,” sebutnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cirebon, Andi Armawan mengungkapkan, soft launching BRT Trans Cirebon rencananya 12 April 2021 bersamaan dengan soft launching alun-alun Kejaksan.

“Untuk dua minggu pertama wraga yang naik BRT kami gratiskan. Ke depannya, keberadaan BRT Trans Cirebon ini bisa melintas di beberapa kabupaten dan kota di wilayah Ciayumajakuning,” ungkapnya.

Andi menuturkan, dioperasikannya BRT Trans Cirebon akan memunculkan dinamika dari angkutan umum lainnya.

“Namun yang perlu diingat, BRT ini tidak menaikkan dan menurunkan penumpang di sembarang tempat. Penumpang hanya diturunkan di shelter-shelter yang sudah ditentukan. Sehingga masyarakat bisa memilih hendak menggunakan angkutan umum yang mana. Rencananya BRT Trans Cirebon juga akan mengambil jalur di wilayah Kabupaten Cirebon. Kami telah melakukan koordinasi dan kerja sama dengan Pemda Kabupaten Cirebon dan saat ini akan semakin diintensifkan,” tuturnya.

Sementara itu Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Cirebon, Bakti Artanta menyambut baik dioperasionalkannya BRT Trans Cirebon dengan menggunakan QRIS.

“Caranya sangat mudah dioperasionalkan yaitu dengan menggunakan smartphone yang saat ini sudah dimiliki sebagian besar masyarakat. Sehingga ekosistem digital akan tercipta dengan cepat di Cirebon,” tuturnya. (rdh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *