Laporannya soal Ketua DPRD ke BK Dikaitkan dengan Wali Kota, Begini Tanggapan Furqon

oleh -143 views
ketua-dprd-kota-cirebon-dilaporkan-ke-badan-kehormatan
Furqon Nurzaman melaporkan Ketua DPRD, Hj Affiati ke Badan Kehormatan.

CIREBON – Banyaknya isu yang dikaitkan pelaporan dirinya terhadap Ketua DPRD Kota Cirebon Affiati dengan Wali Kota Cirebon Nashrudin Azis, ditanggapi dingin Furqon Nurzaman.

“Banyak isu murahan yang beredar terhadap saya untuk mengaburkan permasalahan yang sebenarnya. Saya ini Sekpri, tapi kan tidak bisa menghilangkan hak pribadi saya dong sebagai warga Kota Cirebon. Saat mau melaporkan ke BK juga saya tidak ngomong dulu sama Pak Wali, jadi kenapa harus dikait-kaitkan dengan beliau (Walikota),” ujarnya kepada radarcirebon.com, Sabtu (10/4).

Menurut Furqon, dalam kasus ini Ketua Badan Kehormatan (BK) telah menyatakan ada aktor intelektual di balik semua ini.

“Sebaiknya sekarang fokus saja terhadap substansi dari permasalahan ini. Nah inilah yang harus diusut tuntas oleh BK, memeriksa aktor intelektualnya,” ungkap Furqon.

Diberitakan sebelumnya, praktisi hukum Furqon Nurzaman melaporkan Ketua DPRD Affiati ke Badan Kehormatan (BK). Pelaporannya tersebut terkait beredarnya surat dengan kop lembaga atas permintaan sumbangan spanduk.

Menanggapi hal ini, Walikota Cirebon Nashrudin Azis menegaskan bahwa pelaporan itu adalah hak pribadi Furqon dan tidak ada kaitan dengan dirinya.

“Saya punya aspri, punya ajudan, punya walpri. Semua punya hak pribadi. Demi Allah, Rasulullah saya tidak menginstruksikan,” kata Azis, kepada radarcirebon.com, di Alun-alun Kejaksan, Jumat (9/4).

Disampaikan wali kota, dia tidak bisa melarang-larang setiap orang termasuk yang dekat dengan dirinya untuk menggunakan hak pribadinya. Namun, jangan sampai tindakan yang dilakukan kemudian dikaitkan dengan wali kota.

“Jangan lah kemudian setiap apa yang dilakukan orang dekat diidentikkan dengan Nashrudin Azis sebagai kepala daerah. Tidak ada perintah,” tegasnya.

Ditegaskan Azis, tidak ada perintah apalagi dirinya menyuruh aspri untuk membuat laporan ke Badan Kehormatan (BK). Sebab, hal itu merupakan tindakan secara pribadi.

“Azis tidak ada rasa dendam atas semua yang terjadi di dunia politik. Komunikasi dengan DPRD tidak ada masalah. Tapai kalau saya dituduh-tuduh terus, saya bisa marah,” tandasnya. (rdh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *