Makanan Sehat Tidak Selalu yang Mahal

oleh -40 views
PEMAPARAN: Anggota DPR RI DR Hj Netty Prasetyani MSi menyampaikan pemaparan di acara pemberdayaan masyarakat melalui komunikasi, informasi dan edukasi bersama tokoh masyarakat, Jumat (9/4). FOTO: ABDULAH/RADAR CIREBON

CIREBON – Dalam rangka memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya pemenuhan makanan yang memiliki gizi seimbang, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bekerja sama dengan anggota DPR RI DR Netty Prasetyani MSi melakukan sosialisasi. Kegiatan tersebut diber nama pemberdayaan masyarakat melalui komunikasi, informasi dan edukasi bersama tokoh masyarakat.

Hadir  pengurus Gabungan Organisasi Wanita (GOW), Wiranti Triastuty SE MM, Elisabeth Hanny, serta Ketua Panitia Ir Hj Risa Maharani. Kegiatan pemberdayaan masyarakat ini bertujuan mengetahui cara memilih makanan yang berizin dari BPOM. Termasuk bagaimana proses mengurus produk, khususnya UMKM, agar memenuhi standar mutu. 

Risa selaku ketua panita menghadirkan langsung anggota DPRD RI yang membidangi kesehatan dan ketenagakerjaan. Bidang kesehatan dianggap tepat menggandeng BPOM. Panitia sengaja mengundang organisasi wanita seperti dari GOW, tokoh masyarakat, organisasi perempuan, termasuk RKI, agar mereka memiliki pemahaman tentang pentingnya memperhatikan makanan berkualitas dan sehat. “Kami mengundang 230 orang peserta. Acara ini bagian dari kemitraan DPR RI,” tandasnya.

Pihaknya berharap, dengan sosialsiasi ini, masyarakat, khususnya ibu-ibu, bisa lebih memahami prosedur izin BPOM, perlunya memahami alur. Apalagi ada yang sudah berhasil bisnis UMKM. “Memang proses rumit dan perlu kesabaran. Mudah-mudahan, dengan saling menyemangati bisa berhasil dan produknya, dan diakui BPOM,” harap Risa.

Sementara, Netty mengatakan, jika keluarga sehat, maka bangsa akan kuat. Untuk itu, perlunya kegiatan ini agar memiliki pengetahuan dalam pola makan yang sehat. “Mulai hari ini kita penuhi pangan dan gizinya,” ujarnya.

Netty juga menyinggung ketergantungan bangsa Indonesia terhadap produk impor terigu. Bahkan, ketergantungan impro terigu hingga saat ini mencapai 7 juta ton per tahun.  “Pangan tidak harus mahal,  tapi yang penting memenuhi unsur gizi,” tandasnya.

Netty bahkan mengingatkan, bulan Ramadan hingga Syawal, masyarakat akan banyak mengkonsumsi terigu, mulai dari kue nastar untuk lebaran, dan lain lain. Pihaknya juga mengajak untuk memasak pada suhu yang tepat dan menyimpan makanan pada suhu aman.

“Resep sederhana melihat kondisi produk makanan adalah; cek kemasan, cek label, cek masa edar, cek masa kadaluarsa. Dan hadirnya BPOM, ingin negara hadir dalam urusan keamanan pangan. Ini hajat negara bagaimana warganya mengkonsumsi makanan yang sehat,” pungkasnya. (abd/adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *