Pansus IV DPRD Dorong Manajemen Pelayanan RSUD Ditingkatkan

oleh -60 views
PANSUS LKPJ: Pansus IV LKPJ Bupati Cirebon tahun 2020 membahas pelayanan RSUD yang banyak dikeluhkan warga.

PELAYANAN dasar di rumah sakit umum daerah (RSUD) perlu ditingkatkan. Sebab, tidak sedikit keluhan masyarakat sampai ke telinga DPRD. Pansus IV LKPj Bupati Cirebon tahun anggaran 2020 pun menyoroti pihak manajemen.

Ketua Pansus IV DPRD Kabupaten Cirebon, Siska Karina SH MH membeberkan keluhan itu masih di tataran pelayanan dasar. Misalnya, AC ruangan, mati. Sarana prasarana belum memadai.

“Masa iya untuk perbaikan AC saja harus ngadu ke dewan. Sekelas air westafel macet saja masa ngadu ke dewan. Itu kan pelayanan dasar yang mestinya dituntaskan oleh manajemen,” kata Siska, usai memimpin Rapat Kerja bersama manajemen RSUD Waled dan RSUD Arjawinangun.

Karena itu, lanjut Siska, pihaknya meminta managemen segera mengevaluasinya. Serta menyediakan sentral pengaduan, untuk memberikan kenyamanan bagi masyarakat.

“Pokoknya, harus dievaluasi. Kami minta, sentral pengaduan. Kalau memang ada ditempel. Sertakan nomor kontaknya, kepada siapa harus menghubunginya. Untuk memberikan pelayanan kepada pasien, biar cepat sembuh,” katanya.

Alasannya, sambung Siska, RSUD merupakan corong pemerintah dalam memberikan pelayanan. Anggaran operasionalnya dibiayai pemerintah. Disamping itu, RSUD bertanggungjawab untuk memberikan sumbangsih PAD. Manakala terus dibiarkan keluhan menumpuk, akan kalah bersaing dengan rumah sakit milik swasta.

“Keluhan itu, muncul dari dua rumah sakit milik daerah. Tapi tadi dari RSUD Waled sih mengaku, untuk sentra pengaduan sudah ada. Kami tidak percaya begitu saja, akan kita cek langsung lain waktu,” tegas politisi Golkar itu.

Sementara itu, Direktur RSUD Waled, dr H Budi Setiawan Soenjaya MM menjelaskan, sebenarnya untuk pelayanan dasar sudah bagus. Bahkan, kotak saran pun sudah tersedia.

“Kita juga sudah membagi tugas. Ketika ada keluhan di jam kerja, tanggung jawabnya itu kepala ruangan. Di luar jam kerja, kepala tim. Kotak saran juga sudah ada,” tuturnya.

Mekanismenya, ketika ditemukan adanya keluhan, disampaikan ke humas. Kemudian ditindaklanjuti dalam rapat mingguan. “Seperti apa keluhannya. Jadi cepat kita tindaklanjuti. Kalau didiamkan kan makin rusak. Kan efeknya juga nanti berimbas ke kepercayaan publik. Jadi kami jaga betul,” ungkapnya.

Manajemen sudah membagi tugas, para penanggungjawabnya selalu standby. Terlebih ketika terjadi hujan. “Kan bangunan kita tinggi sendiri. Jadi tempat pusaran angin. Jadi untuk mengantisipasi mati lampu, petir, kebocoran atau pun banjir. Tim kita selalu standby. Untuk memberikan kepuasan kepada masyarakat,” pungkasnya. (sam/adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *