Hari Pertama Bus Trans Cirebon, 5 Catatan untuk Halte, Kebasahan Kalau Hujan, Ada Mobil Parkir di Jalur BRT

oleh -7.964 views
halte-brt-cirebon
Halte BRT Dukuh Semar. Foto: Dedi Haryadi/Radar Cirebon

CIREBON – Bus Rapid Transit (BRT) Trans Cirebon mulai beroperasi secara resmi pada hari ini, Selasa (13/4/2021). Baru satu armada yang dijalankan, dengan beberapa titik halte.

Kendati demikian, operasional armada transportasi masal ini tidak lepas dari beberapa catatan. Salah satunya lama waktu tunggu.

Wartawan radarcirebon.com mencoba langsung fasilitas ini. Selter BRT kurang cukup nyaman, dengan beberapa catatan seperti:

1. Belum ada rambu, sehingga ada saja mobil yang parkir dekat selter

2. Calon penumpang bakal kebasahan apabila hujan

3. Ruang tunggu sempit

4. Akses kursi roda terlalu sempit

5. Tidak adanya lampu penerangan

Catatan lainnya adalah kurang tertibnya masyarakat. Misalnya, ada mobil atau motor yang parkir persis di depan selter.

Padahal, fasilitas itu dibutuhkan untuk turun naik BRT mengingat posisi pintu yang berada di bagian tengah dan cukup tinggi. Kemudian tidak ada petugas di selter.

Terkait fasilitas penerangan, sepertinya memang diperlukan. Mengingat BRT beroperasi pukul 05.30 hingga 19.00 WIB.

Untuk rute koridor 1 BRT Trans Cirebon, sbb:

Terminal Dukuh Semar, Jl Pesantren, Jl Ahmad Yani, Jl Brigjend Dharsono, Jl Kedawung, Jl Pilang Raya, Jl Slamet Riyadi, Jl Pangeran Diponegoro.

Kemudian Jl Kapten Samadikun, Jl Sisingamangaraja. Jl Benteng, Jl Yos Sudarso, Jl Kesunean, Jl Kalijaga, Jl Ahmad Yani, Jl Pesantren dan kembali ke Terminal Dukuh Semar.

Selama masa uji coba atau dua minggu pertama, penumpang tidak dipungut biaya alias gratis.

Sementara terkait dengan tarif BRT, hingga saat ini belum ditentukan. Kepala Dinas Perhubungan, Drs Andi Armawan mengungkapkan, masalah tarif menjadi domain dari PT BIG dan PD Pembangunan.

Adapun selama dua pekan ke depan ditujukan sebagai upaya sosialisasi kepada masyarakat. Karenanya, baru dioperasikan 1 armada.

Salah satu petugas BRT, Wati mengungkapkan, setiap berhenti di halte bus hanya akan menunggu selama 2 menit bila kondisi selter sepi.

Namun bila selter ramai, waktu tunggu 5 menit. Untuk kemudian kembali berjalan. Sedangkan di selter utama Terminal Dukuhsemar waktu tunggu 15 menit. Dan hingga siang hari, BRT baru mengangkut 5 penumpang.

Sementara itu, salah seorang penumpang, Johan mengaku cukup nyaman dan menyambut baik kehadiran BRT. Apalagi kompleks perumahannya dilalui armada ini.

“Semoga dengan adanya BRT ini memudahkan masyarakat untuk bepergian di dalam kota. Dengan bus yang aman nyaman,” tutur dia.

Kendalanya, kata Johan, waktu menunggu bus masih cukup lama. “Mungkin karena baru satu armada,” tutur Johan, warga Harjamulya.

Dari pengamatan Radar Cirebon, waktu perjalanan bus satu putaran sekitar 1 jam. (rdh)

Baca juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *