Netty-BPOM Edukasi Ketahanan Pangan

oleh -68 views
EDUKAS I: Anggota Komisi IX DPR RI, Hj Netty Prasetyani melakukan edukasi ketahanan pangan bersama BPOM. OKRI RIYANA/ RADAR CIREBON

CIREBON-Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Komisi IX DPR RI bekerjasama melaksanakan program kemitraan berupa Sosialisasi Pemberdayaan Masyarakat melalui Komunikasi, Informasi dan Edukasi pada Masa Pandemi Covid-19, di SD Sains Islam Al-Farabi Kelurahan Tukmudal, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Jumat (16/4).

Dalam kegiatan tersebut, Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PKS, Hj Netty Prasetiyani menyampaikan, Badan POM adalah mitra kerja Komisi IX DPR RI. Adapun tema yang diusung pada kegiatan kali ini adalah kesadaran tentang keamanan pangan.

“Keamanan pangan ini penting, mengingat semua orang butuh pangan. Nah oleh karena itu, kita harus pastikan masyarakat memiliki pengetahuan tentang pangan. apa saja yang menjadi cemaran, apa saja yang membuat pangan menjadi tidak aman,” kata Netty.

Ia menyebutkan edukasi pada masyarakat harus dilakukan. Langkah edukasi ini, lanjut dia, harus dilakukan bersama-sama. Bukan hanya ia sebagai anggota DPR RI dan BPOM.

Ia menjelaskan keamanan pangan terkait dengan proses yang dilakukan di hulu sampai di hilir. Mulai dari pembudidayaan dari produksi sampai pengelolahan dan penyajian.

Maka dari itu, menurut dia, masyarakat diharapkan memiliki pengetahuan yang lengkap mulai dari proses pemilihannya, kemudian produksi atau pengelolahannya sampai penyajianannya. Dengan itu, diharapkan masyarakat bisa betul-betul cermat dalam memilah dan memilih pangan yang mereka beli atau konsumsi.

Netty melanjutkan, pihaknya juga di Komisi IX DPR RI tengah membahas RUU POM. Pihaknya menginginkan RUU ini betul-betul bisa memprediksi kondisi pangan hari ini dan masa depan sebagai keamanan bagi konsumen atau masyarakat.

“Kita ingin RUU ini juga memberikan pelaku usaha tumbuh dan berkembang. Kita ingin RUU ini memenuhi aspek persaingan usaha yang sehat.

Sementara itu, Direktur Pengawasan Pangan Risiko Tinggi dan Teknologi Baru BPOM, Ema Setyawati menjelaskan, yang dimaksud keamanan pangan yakni dimulai dari proses produksi sampai pangan itu dikonsumsi. Jangan sampai pangan yang akan dikonsumsi terkena cemaran yang dapat membahayakan.

Baik cemaran biologi seperti kacang-kacangan yang sudah berjamur. Ataupun cemaran kimia, seperti terasi yang mengandung pewarna yang berasal dari cat, formalin, dan pewarna-pewarna lainnya.

 “Kemudian yang perlu diperhatikan di pasar online, maka perlu cari produsen yang reputasinya bagus. Jangan sampai reputasinya belum diketahui, kita keracunan karena mengonsumsi makanan yang kita beli di online,” kata Ema. (kri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *