Berkhianat dan Gabung KKB, Pratu Lucky Diburu

oleh -1.082 views
pratu-lucky
Anggota KKB yang juga Danton Kodap III Ferry Ellas saat memimpin anak buah di lapangan. (Satgas Ops Nemangkawi Polri/Antara )

PAPUA – Di tengah upaya aparat keamanan menindak tegas Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua, seorang prajurit TNI Pratu Lucky Y Matuan atau Lukius malah bergabung dengan kelompok itu dan menjadi pengkhianat bangsa.

Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III pun sudah membenarkan hal tersebut. Mereka mengakui ada prajurit TNI AD yang berpaling dengan cara menjadi bagian KKB.

Keterangan tersebut disampaikan oleh Kepala Penerangan (Kapen) Kogabwilhan III Kolonel Czi I. G. N. Suriastawa. Dia menyebut, informasi yang kali pertama diwartakan oleh media pendukung KBB itu terjadi sekitar dua bulan lalu.

“Walaupun hal itu benar, tetapi kejadiannya 12 Februari 2021 yang lalu,” ungkap dia kemarin (16/4). Personel Angkatan Darat yang bergabung ke KKB merupakan prajurit batalyon infanteri.

Sebelum bergabung dengan KBB, Lukius berpangkat pratu. Dia merupakan anggota di Batalyon Infanteri 410/Alugoro yang bermarkas di Jawa Tengah.

Meski baru diberitakan, Suriastawa memastikan kejadian tersebut sudah lama. TNI AD juga sudah mengambil langkah tegas. Lukius kini sudah dipecat dan berstatus desersi. Dia dianggap telah berkhianat kepada NKRI.

Perwira menengah dengan tiga kembang di pundak itu memastikan bahwa Lukius tidak membawa satu pun senjata ketika meninggalkan satuannya untuk bergabung dengan KKB. Alasan membelotnya Lukius juga masih belum jelas.

“Oknum prajurit tersebut kabur dari pos tanpa membawa senjata dan sampai saat ini tidak jelas keberadaannya,” terang Suriastawa. Lantaran sudah bergabung dengan KKB, Lukius turut dicari oleh aparat keamanan di Papua.

Suriastawa menegaskan, pihaknya tidak tinggal diam menyikapi aksi-aksi yang dilakukan oleh KKB. Bersama Polri, kata dia, TNI mengambil langkah strategis untuk memukul mundur kelompok itu.

“Mempersempit gerak OPM (KKB, Red) sampai titik terlemah sehingga hanya ada dua pilihan bagi OPM. Menyerah dan bergabung membangun papua dalam bingkai NKRI atau terus diburu akan dibabat sampai ke akar-akarnya,” tegas dia.

Berdasar informasi yang dihimpun oleh Kogabwilhan III, dua hari lalu (15/4) KKB kembali beraksi. Mereka menyerang seorang pelajar SMA bernama Ali Mom.

Remaja berusia 16 tahun itu ditembak hingga meninggal dunia. Lokasi kejadian berada di Kampung Wulono, Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak. Masih di daerah sekitar tempat KKB menembaki seorang tukang ojek bernama Udin. (yud/JP)

Baca juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *