Begal Nekat, Anak Bupati Brebes Nyaris Jadi Korban, Tabrak Pagar Polres, Rupanya Pecatan Polisi

oleh -546 views
begal-putri-bupati-brebes
Penangkapan pelaku yang meneror putri bupati Brebes dan menabrak pagar Polres Brebes. Foto; Radar Tegal

BREBES – Aksi begal satu ini terbilang nekat. Korbannya adalah anak Bupati Brebes. Dalam menjalankan aksinya, pelaku berani membuntuti putri bupati sampai Polres Brebes. Gerbang kantor polisi pun ditabrak dan dia menodongkan senjata tajam.

Aksi pelaku yang terbilang nekat menimbulkan pertanyaan. Bagaimana seorang begal begitu berani. Selain memarahi petugas di SPK Polres Brebes, ketika diperingatkan sat hendak kabur dari pemeriksan dia sempat-sempatnya menodongkan senjata tajam. Lalu tancap gas menabrak portal Polres Brebes.

Dua pelaku tersebut adalah Zacky Rohman (34) dan Sulaiman (26). Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa pelaku adalah pecatan polisi.

Zaky Rachman merupakan warga kota Bandung. Yang juga pengemudi Honda HRV BL 4 GU. Dia dilaporkan putri Bupati Brebes mengikuti dan memberhentikannya di dekat gerbang Tol Brexit sekitar pukul 19.00 WIB.

Saat itu, mobil korban sempat dipepet oleh mobil pelaku yang mencoba menghentikan dan menggedor-gedor mobil korban. Lantaran takut, akhirnya korban berkoordinasi dengan polisi dan melapor ke SPK Mapolres Brebes.

Selanjutnya, putri bupati bersama pengemudi mobil tersebut menuju ke Ruang SPKT Polres Brebes untuk dilakukan mediasi dan interogasi. Setelah dilakukan interogasi oleh anggota SPKT, pengemudi Honda HRV mengamuk dan memaki-maki petugas sambil masuk menuju ke dalam mobilnya.

Oleh anggota piket dan kompi siaga Polres Brebes meminta pengemudi turun dari mobilnya. Namun, dia tidak mengindahkan imbauan anggota, dan tiba-tiba mengacungkan sebilah sangkur lalu menghidupkan mobilnya dan menabrak pagar serta portal Mako Polres Brebes.

Anggota Polres Brebes yang melakukan pengejaran terhadap Zaky, berhasil menghadangnya di depan Kantor BRI Sumur Panggang Kota Tegal. Hanya saja saat turun dari mobilnya, pelaku melakukan perlawanan menggunakan senjata tajam.

Untuk menghindari kejadian yang tak diinginkan, polisi terpaksa melakukan tindakan terukur, dengan melumpuhkan kaki kanannya.

Belakangan diketahui pelaku merupakan pecatan Polri Polda Jawa Barat yang diberhentikan dengan tidak hormat 2009 silam. (yud/radar tegal)

Baca juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *