Presiden Harus Turun Tangan, Terkait Kisruh Vaksin Nusantara

oleh -29 views
vaksin-nusantara
Ilustrasi petugas kesehatan mempersiapkan vaksin Covid-19. - Antara

 KISRUH tentang vaksin Nusantara di internal pemerintah sangat disesalkan. Harusnya Badan Pengawas dan Obat Makanan (BPOM) dan pengembang Vaksin Nusantara saling mendukung.

“Padahal, pengembang Vaksin Nusantara dan BPOM sama-sama institusi pemerintah. Mestinya tidak boleh terjadi polemik di tengah publik seperti saat ini,” kata Ketua DPP Bidang Kesehatan Partai NasDem Okky Asokawati, Minggu (18/4).

Anggota Komisi IX DPR ini menyesalkan kisruh tersebut. Sebab dari kisruh Vaksin Nusantara berujung aksi dukung-mendukung.  Padahal munculnya kelompok dukung mendukung tersebut harus dihindari dalam urusan kesehatan.

“Situasi lebih pelik saat sejumlah tokoh melakukan aksi dukungan kepada Vaksin Nusantara dan dukungan terhadap BPOM. Padahal ini urusan kesehatan, namun masuk pada aksi dukung-mendukung. Ini sangat naif,” sesalnya.

Hal ini, menurutnya, sangat kontraproduktif di tengah upaya Indonesia keluar dari krisis kesehatan akibat pandemi COVID-19. Sebab, pandemi seharusnya dapat diatasi dengan upaya vaksinasi.

“Mestinya polemik antara pengembang Vaksin Nusantara versus BPOM dapat dicegah. Mereka ini kan sama-sama penyelenggara pemerintahan, mengapa harus berpolemik di publik?” tegasnya.

Untuk itu, dia berharap Presiden Joko Widodo turun tangan untuk menengahi polemik tersebut. Jokowi dpat memanggil pihak-pihak yang berpolemik. agar perkara dapat didudukan secara jelas, terang, dan transparan.

“Berbagai spekulasi yang muncul di publik juga agar segera berhenti,” ujarnya.

Dia juga meminta pihak-pihak yang berpolemik dapat menahan diri dalam memberikan pernyataan. Sebab justru meminbulkan kebingunanan masyarakat.

“Bukan membangun narasi yang tensinya justru pada urusan politis berupa mobilisasi dukungan,” katanya.(gw/fin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *