Izin Mudik untuk Santri Dikecam, Pemerintah Pilih Kasih?

oleh -286 views
DIKANDANGKAN: Akibat kebijakan pemerintah melarang mudik dari mulai tanggal 22 April-24 Mei 2021 berdampak kerugian besar dialami perusahaan angkutan. ANDRI WIGUNA/RADAR CIREBON

JAKARTA – Wacana memberikan diskresi bagi santri terkait kebijakan larangan mudik mendapat kecaman. Bahkan jika wacana tersebut tetap dijalankan, maka sebaiknya kebijakan larangan mudik dicabut.

Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setijowarno mengecam rencana pemberian dispensasi bagi santri terkait aturan larangan mudik 2021. Pemberian banyak dispensasi menunjukkan pemerintah tak serius menangani penyebaran COVID-19.

“Jika pemerintah terlalu banyak memberikan dispensasi, kesannya pemerintah tidak serius untuk mengurangi penyebaran COVID-19 di saat mudik,” ujar Djoko dalam keterangannya, Minggu (25/4).

Menurutnya, pemberian dispensasi itu menciderai semangat pemerintah meredam kasus COVID-19, agar tidak seperti di India.

“Banyak pihak sudah sepakat, sampai-sampai pengusaha bus yang terdampak besar mau mentaati pemerintah. Justru sekarang tiba-tiba ada permintaan dispensasi dari penguasa,” tegasnya.

Dikhawatir, jika dispensasi larangan mudik 2021 terus diberikan, maka pihak-pihak lain juga akan meminta dispensasi yang sama.

“Nanti akan banyak pihak yang meminta dispensasi. Bayangkan saja jika nanti Ketua MPR, Ketua DPR serta para ketua partai minta dispensai, apa gunanya aturan yang sudah dibuat susah-susah. Cabut saja semua aturan mudik yang sudah dibuat, karena nanti terlalu banyak dispensasi yang diminta,” tegasnya.(gw/fin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *