Mulai 6 Mei, Tidak Ada Kereta untuk Mudik, Daops 3 Cirebon Hanya Operasikan 6 KA Khusus untuk yang Dikecualikan

oleh -873 views
livery-lokomotif-lebaran
Lokomotif dengan livery hari raya Idul Fitri di Stasiun Cirebon. Foto: Dedi Haryadi/Radar Cirebon

CIREBON – Mulai 6 hingga 17 Mei 2021 tidak ada kereta api yang beroperasi untuk perjalanan mudik. PT Kereta Api Daops 3 Cirebon hanya akan mengoperasikan 6 KA khusus.

Manajer Humas PT KAI Daops 3 Cirebon, Suprapto mengungkapkan, PT KAI menjalankan tiga tahapan pengetatan perjalanan seperti yang diatur dalam SE Satgas Covid-19.

Pertama, pengetatan 22 April sampai 5 Mei 2021 masih diperkenankan perjalanan jarak jauh, dengan adanya pengetatan. Khususnya syarat RT PCR dan Rapid Test Antigen. Sebelumnya 3 x 24 jam, menjadi 1 x 24.

Kemudian pada masa pelarangan, perjalanan kereta api jarak jauh reguler untuk yang bertujuan mudik tidak ada.

Dan pada 18 sampai 24 Mei, perjalanan KA jarak jauh kembali dioperasikan, persyaratan tetap diperketat. Yakni, RT PCR atau swab antigen 1 x 24 jam.

Selama masa larnagan mudik, kereta yang beroperasi dan diizinkan Kemenhub yakni, kereta api khusus bagi masyarakat yang dikecualikan.

Pengecualian ini berlaku untuk mereka yang dalam posisi, perjalanan dinas, mengunjungi keluarga yang sakit atau meninggal, ibu hamil dan pendampingnya.

Untuk di wilayah Daops III Cirebon, ada 6 kereta api khusus yakni:

  1. Argo Anggrek (Surabaya-Gambir)
  2. Argo Lawu (Solo-Gambir)
  3. Gajayana (Malang-Gambir)
  4. Tegal Ekspres (Tegal-Pasar Senen)
  5. Bengawan (Purwosarari-Gambir)
  6. Bima (Surabaya-Gambir).

“Perlu digaris bawahi, 6 kereta ini bukan untuk masyarakat umum dan mudik, hanya untuk yang dikecualikan dan ada syarat-syaratnya,” katanya.

Syarat yang dimaksud sesuai dengan SE Satgas Covid-19, yang diantaranya keperluan perjalanan dinas, surat keterangan dari pimpinan.

Untuk melayat keluarga yang meninggal dunia tau sakit, harus ada surat ketarangan dari lurah atau desa setempat. Dilengkapi surat bebas covid-19, baik rapid antigen atau RT PCR.

Sementara itu, di masa pengetatan volume penumpang terbilang normal, per hari 1.000-1.100 yang berangkat dari Cirebon.

Termasuk kedatangan juga cenderung normal untuk di wilayah Cirebon, kira-kira 800-900 penumpang per hari.

“Pada intinya, kami dari Daops III Cirebon mendukung kebijakan pemerintah untuk memutus penularan covid-19,” katanya. (rdh)

Baca juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *