Ciayumajakuning Disekat, Walikota dan para Bupati Harus Ngobrol, Forum Lalu Lintas: Kok Kaku Banget!

oleh -4.027 views
penyekatan-perbatasan-wilayah-cirebon
Penyekatan kendaraan di Pos Weru, Kabupaten Cirebon. Foto: Dedi Haryadi/Radar Cirebon

CIREBON – Penyekatan wilayah perbatasan kota dan kabupaten di wilayah III Cirebon bakal berdampak serius pada perekonomian. Karenanya, para bupati dan walikota diminta segera berembuk.

Meski hanya 6 – 17 Mei 2021, penyekatan yang berlaku untuk kendaraan plat nomor E bakal menyulitkan pergerakan masyarakat.

Tidak hanya aktivitas warga yang disulitkan, sektor ritel juga bisnis lainnya bakal terpuruk. Kendati itu hanya berlangsung 12 hari.

Padahal, perputaran uang selama Idul Fitri dalam kondisi normal di wilayah III Cirebon bisa mencapai Rp 1,9 triliun. Bahkan, Bank Indonesia KPw Cirebon menyiapkan sedikitnya Rp 5,7 triliun untuk penukaran uang.

Akademisi yang juga Anggota Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Prof Dr H Adang Djumhur MAg menyesalkan Ciayumajakuning tak masuk aglomerasi.

Padahak, Kota dan Kabupaten Cirebon adalah wilayah yang perbatasannya sangat berdekatan.

Adang juga harapan masyarakat pada umumnya, menginginkan pembebasan mobilisasi yang masih satu plat E  tersebut. 

“Kita lihat praktiknya nanti. Apa masih ada celah-celah atau betul-betul saklek,” kata Adang.

Terlepas dari adanya pelonggaran pada pelaksanaannya, dia menilai aturan ini terlalu kaku. “Masa dari Kedawung mau ke kota disuruh balik lagi? Kok kaku banget!” tandasnya.

Adang berharap adanya komunikasi antar pimpinan daerah membahas hal tersebut. Baik usulan secara bersama-sama kepada pemerintah pusat maupun perorangan.

Meski hanya berlaku 6-17 Mei, namun itu akan menjadi preseden untuk ke depannya. (ade)

Baca juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *