3 Jaringan Sindikat Bulan Sabit Emas – Segitiga Emas Pasok Sabu ke Indonesia

oleh -232 views
Ilustrasi

SINDIKAT peredaran narkotika internasional jaringan Bulan Sabit Emas, Segitiga Emas dan Malaysia bermain di Indonesia. Tiga jaringan ini memasok sabu ke Indonesia. Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Petrus Reinhard Golose mengatakan pihaknya mengungkap peredaran sabu dari tiga jaringan sindikat internasional. Sebanyak 581,31 kilogram sabu berhasil diamankan dari ketiga jaringan itu.

“Dalam kurun waktu 20-27 April 2021, BNN berhasil mengungkap tiga jaringan sindikat narkotika internasional, baik yang berasal dari Bulan Sabit Emas, dibuktikan dari beberapa bukti yang berasal dari Pakistan, kemudian jaringan Malaysia, dan jaringan Segitiga Emas dari Myanmar,” ungkapnya saat jumpa pers di Kantor BNN, Rabu (5/5).

Dijelaskannya, 581,31 kg sabu itu disita dari tiga lokasi berbeda. Pertama di Aceh Besar pada 21 April 2021, lalu di Aceh Timur pada 20 April; dan perairan dekat Pulau Burung, Kepulauan Riau, pada 27 April 2021. Selain menyita lebih dari setengah ton barang haram itu, BNN juga tujuh tujuh tersangka. Satu tersangka di antaranya adalah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh, Usman Sulaiman.

“Dari hasil penggeledahan di dalam kendaraan (Usman), petugas menemukan sabu seberat 26,66 kilogram yang disembunyikan di bawah wiper, bemper depan, dan jok belakang,” terang Petrus.

Usman terlibat dalam peredaran sabu sindikat Malaysia – Aceh – Medan (Sumatera Utara) sampai Jambi.

“Pengungkapan kasus ini berawal dari informasi tentang peredaran narkoba di wilayah Bireuen, yang penyelidikan dengan penyelidikan dan pembuntutan terhadap pelaku pelaku,” ujarnya.

Sebelum sampai ke tangan Usman, paket sabu itu, yang dibungkus dengan plastik berwarna hitam, dibawa pulang dari Malaysia. Sabu masuk Indonesia menggunakan jalur laut dengan perahu kayu. Dari kapal kayu itu, paket sabu dibawa sampai ke parkiran masjid di daerah Idi Rayeuk, Aceh Timur.

Di lokasi tersebut, petugas menangkap MH. Setelah itu, Usman ditangkap di parkiran masjid di daerah Gampong Beusa Meuranoe, Aceh Timur.

Di samping MH dan Usman, petugas juga menangkap RU.

Sementara itu, pengungkapan jaringan sindikat narkoba asal Bulan Sabit Emas (Bulan Sabit Emas) berawal dari temuan sebuah rumah yang dijadikan gudang penyimpanan narkoba di daerah Darussalam, Aceh Besar.

“Di TKP, petugas menyita 420 boks plastik yang berisi sabu 536,84 kilogram dari BU tersangka berinisial. Dari hasil penyelidikan, sabu ini berasal dari Pakistan yang dibawa ke Aceh melalui jalur laut, ”katanya.

Di jalur laut, paket sabu itu diselundupkan oleh anak buah kapal (ABK) kapal pencari ikan tuna.

Selanjutnya, petugas melakukan pengembangan dan pemeliharaan HY di Jalan Lintas Meulaboh-Banda Aceh. Petugas juga menangkap MUR di Aceh Besar dan dua warga binaan lembaga permasyarakatan, yaitu AM dan MT.

“Tim penyidik ​​saat ini sedang mendalami dugaan interaksi warga asing AZ,” kata dia menambahkan dalam siaran tertulisnya.

Terakhir, BNN bersama Direktorat Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan RI mengungkap penyelundupan sabu seberat 17,81 kilogram di perairan sekitar Pulau Burung pada 27 April 2021.

“Tim gabungan patroli di sekitar Pulau Burung dan anggotahentikan sebuah kapal kayu KM Tohor Jaya yang mencurigakanakan. Kapal kemudian dibawa ke Kanwil DJBC Khusus Kepri dan dari hasil penggeledahan petugas dua tabung gas yang berisi 17 bungkus teh China berisi sabu dan menahan seorang tersangka berinisial SU, ”terangnya.

Sabu itu berasal dari Segitiga Emas. Golden Triangle merupakan penghasil opium dan sabu-sabu terbesar di Asia Tenggara yang digerakkan oleh sejumlah gembong narkotika bersama kelompok senjata di daerah-daerah pedalaman dan pegunungan di perbatasan Myanmar, Thailand, dan Laos. (gw / fin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *