BSI Area Cirebon Kerja Sama dengan OJK dan DMI Salurkan Ziswaf lewat QRIS

oleh -51 views
BSI-Ziswaf
Penandatanganan kerja sama antara BSI dan DMI dengan disaksikan OJK dalam hal Optimalisasi zakat, infak, sedekah, dan wakaf (Ziswaf) melalui Platform Digital QRIS. Foto: Istimewa

CIREBON – PT. Bank Syariah Indonesia, Tbk (BSI) Area Cirebon bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan Cirebon dan Dewan Masjid Indonesia Cirebon mengadakan program pemberdayaan ekonomi dan keuangan syariah di lingkungan masjid melalui webinar keuangan Syariah “Menyambut Ramadhan Penuh Berkah dengan Transaksi Keuangan Syariah.”

Acara difasilitasi Otoritas Jasa Keuangan dalam rangkaian agenda Safari Ramadhan, Rabu (5/5). Agenda tersebut disertai penandatanganan kerja sama antara BSI dan DMI dengan disaksikan OJK dalam hal Optimalisasi zakat, infak, sedekah, dan wakaf (Ziswaf) melalui Platform Digital QRIS.

Kepala OJK Cirebon, Budi Arief Wibisono mengatakan, peran masjid dapat dioptimalkan dalam kegiatan sosial dengan sumber dana dari Ziswaf. Saat ini nasabah bisa bertransaksi dengan mudah, aman dan sesuai Syariah, termasuk dalam hal penghimpunan dana Ziswaf. OJK memiliki misi mengedukasi masyarakat tentang literasi keuangan syariah

Pimpinan Daerah DMI Cirebon, Drs H Rokhidin MAg mengatakan, masjid tidak hanya untuj kegiatan ibadah, namun juga kegiatan sosial lainnya. Banyak masjid-masjid di Cirebon yang potensi untuk pengelolaan dana masjid untuk disalurkan dalam kegiatan sosial dan diharapkan penghimpunannya secara digital agar dapat menjangkau masyarakat yang terkendala jarak. Masjid di wilayah Cirebon berjumlah sekitar 400 masjid. Sementara musala berjumlah kurang lebih 200 musala.

Area Manager BSI Cirebon Siti Syafriah mengatakan, BSI bekerja sama dengan DMI Cirebon untuk memfasilitasi dana keuangan di masjid-masjid. Sehingga masjid selain sebagai pusat ibadah dan pendidikan agama, juga dapat meningkatkan perekonomian umat disekitar.

Menurutnya, di masa pandemi Covid-19 dan era digitalisasi seperti saat ini, donasi dapat dilakukan melalui platform digital, salah satunya dengan QRIS. Dengan adanya QRIS semua masyarakat dapat donasi lebih mudah.

“Bank Syariah Indonesia senantiasa berkomitmen untuk terus memberikan nilai tambah kepada umat dan lingkungan diantaranya dengan program-program yang dapat saling menguntungkan. Kami meyakini pencapaian kinerja sampai dengan titik ini, tidak lain karena kontribusi seluruh stakeholders terutama nasabah. Insya Allah, dari umat kembali ke umat,” jelas Siti Syafriah.

Berupaya menjadi sahabat finansial, spiritual dan sosial bagi nasabah serta menempatkan customer centric sebagai prioritas, Bank Syariah Indonesia fokus pada produk retail dan konsisten melakukan inovasi dalam layanan digital. Layanan digital diimplementasikan dalam aplikasi BSI Mobile, Net Banking maupun layanan digital branch. Di antaranya fitur buka rekening online, tarik tunai tanpa kartu ATM, layanan interaktif virtual yang dapat diakses selama 24 jam dimana ketiga fitur tersebut baru dimiliki Bank Syariah Indonesia. Ataupun fitur layanan khas syariah lainnya seperti info waktu salat, lokasi masjid terdekat, ziswaf, dan lainnya.

Untuk diketahui, Bank Syariah Indonesia (BSI) merupakan penggabungan dari tiga Bank Syariah BUMN yaitu Mandiri Syariah, BNI Syariah, dan BRI Syariah. Legal entitiy sebagai Bank Syariah Indonesia diresmikan Presiden Joko Widodo pada tanggal 1 Februari 2021.

Saat ini BSI memiliki asset >240 trilyun, dengan jaringan ATM lebih dari 200.000 (ATM BSI, ATM Bersama, Prima, MEPS), dengan dukungan Kantor Cabang >1.300 Kantor Cabang yang tersebar di seluruh Indonesia. Visi dari BSI yaitu Bank Syariah Terbesar Nasional menuju Top 5 Bank Nasional dan Top 10 Bank Syariah Global. Adapun misi BSI yaitu 1. Memberikan akses solusi keuangan Syariah di Indonesia, 2. Menjadi bank besar yang memberikan nilai terbaik bagi para pemegang saham 3. Menjadi perusahaan pilihan dan kebanggaan para talenta terbaik di Indonesia

“Semoga Kerjasama antara BSI, OJK dan DMI dapat menjadi bentuk Langkah kongkrit dalam mendukung Strategi Nasional Keuangan Inklusif dan menjadikan keuangan Syariah sebagai pilihan utama masyarakat,” pungkas Siti Syafriah. (hsn/rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *