Larangan Mudik 2021, Masyarakat Ciayumajakuning Tidak Perlu Takut, Begini Penjelasan Polresta Cirebon

oleh -14.185 views
Anggota Polresta Cirebon melakukan penindakan kepada pengendara mobil yang berasal dari luar kota di Pos Check Point Ciperna, Kabupaten Cirebon, pagi ini Kamis (6/5). FOTO : JERRELL ZEFANYA

CIREBON – Larangan mudik dan pencegatan sudah mulai berlaku mulai tengah malam sejak pukul 00.00 WIB, Kamis (6/5). Larangan ini berlaku hingga 17 Mei mendatang.

Dari pantauan Radarcirebon.com, pagi ini Polresta Cirebon sudah mulai melakukan tindakan preventif secara humanis. Penindakan ini sudah berlangsung dari semalam dan hingga pagi ini sudah dilakukan dua shift.

Kapolresta Cirebon, Kombes Pol M Syahdudi melalui Wakasatlantas Polresta Cirebon AKP Fiekry mengatakan, penindakan ini bagian dari pelaksanaan kebijakaan pemerintah terkait pelarangan mudik.

Polresta Cirebon sendiri sudah menyiapkan 9 titik penyekatan dan yang terutama berada di Pos GT Palimanan.

“Jadi kami sudah menyiapkan 9 titik yang sudah di share kepada media. Semua titik itu kami pantau dan awasi selama 1 x 24 jam,” ujar Fiekry, ketika ditemui pagi ini (6/5).

Penjagaan sendiri dilakukan bersama-sama dengan TNI, Satpol PP, Dishub Kabupaten Cirebon, BPBD, dan Dinas Kesehatan.

Fiekry menambahkan, penindakan sendiri dilakukan kepada masyarakat yang menggunakan kendaraan bernomor polisi luar Kabupaten Cirebon.

“Kita akan tindak masyarakat yang berasal dari luar kota. Nanti kita periksa. Jika mereka mau mudik, kita akan meminta untuk kembali ke kota asalnya,” imbuhnya.

Namun bagi masyarakat Ciayumajakuning sendiri tidak perlu takut. Pasalnya, bagi kendaraan bernomor polisi E. Ataupun masyarakat yang berplat luar kota namun KTP masih domisili Kabupaten Cirebon. Maka akan dipersilahkan.

“Masyarakat tidak perlu ragu, takut, ataupun gelisah. Beraktivitas saja seperti biasa. Karena kami fokus menindak yang berasal dari luar wilayah Ciayumajakuning,” tutup Fiekry. (jer)

Baca juga:

Kesal Sedang Begituan Diganggu, Mamah Muda dan Selingkuhan Bunuh Anak Balita 2 Tahun

IRT Asal Jagapura Wetan Berurusan dengan Polisi karena Jual Obat Sediaan Farmasi tanpa Izin

Pertemuan Walikota dan Para Bupati Bahas Aglomerasi Ciayumajakuning Batal, Diagendakan Ulang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *