Ramai-Ramai Kutuk Aksi Israel

oleh -46 views
BENTROK: Warga Palestina dan Israel terlibat bentrokan di Komplek Masjid Al Aqsa, kemarin. FOTO: CNN.COM

JAKARTA – Dunia internasional mengutuk aksi kekerasan yang dilakukan Israel terhadap warga Palestina yang tengah beribadah di Masjid Al Aqsa saat malam Lailatul Qadar pada Jumat (7/5) malam waktu setempat. Akibatnya puluhan orang terluka.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Indonesia mengecam pengusiran paksa enam warga Palestina dari wilayah Sheikh Jarrah, Yerusalem Timur. Kemlu melalui unggahan di Twitter-nya juga mengecam tindak kekerasan terhadap warga sipil Palestina di wilayah Masjid Al-Aqsa yang menyebabkan ratusan korban luka-luka dan melukai perasaan umat Muslim.

“Pengusiran paksa dan tindakan kekerasan tersebut bertentangan dengan berbagai resolusi DK PBB, hukum humaniter internasional, khususnya Konvensi Jenewa IV tahun 1949, dan berpotensi menyebabkan ketegangan dan instabilitas di kawasan,” cuit Kemlu, merujuk pada Dewan Keamanan (DK) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Pemerintah Indonesia mendesak masyarakat internasional segera melakukan langkah nyata untuk menghentikan pengusiran paksa warga Palestina dan penggunaan kekerasan terhadap warga sipil.

Kecaman juga dilayangkan Menteri Luar Negeri Malaysia Hishammuddin Hussein. Dikatakannya, Malaysia mengutuk keras serangan yang dilakukan tentara Israel.

“Tindakan kejam seperti itu tidak hanya harus dikutuk dengan keras namun Pemerintah Israel harus bertanggung jawab atas pelanggaran hak asasi manusia serta hukum internasional,” ujarnya.

Menurutnya, aksi Israel merupakan sebuah bentuk penghinaan terhadap umat Islam.

“Serangan ke Masjid Al-Aqsa dengan menjadikan sasaran para peziarah yang sedang melakukan sholat di hari-hari terakhir Ramadhan merupakan bentuk penghinaan terhadap umat Islam dan nilai-nilai kemanusiaan,” katanya.

Malaysia juga mengutuk keras penggusuran paksa warga Palestina dari kediaman mereka termasuk mereka yang tinggal di lingkungan Syekh Jarrah di Baitul Maqdis.

“Malaysia mengimbau masyarakat internasional untuk segera bertindak dan tegas melawan tirani Israel terbaru ini,” katanya.

Hishammuddin menegaskan Malaysia mendukung rakyat Palestina dalam perjuangan mendapatkan kebebasan dari pendudukan ilegal Israel.

Kementerian Luar Negeri Kerajaan Arab Saudi menyebut pengusiran terhadap warga Palestina merupakan bentuk tindakan kekerasan yang harus dilawan.

“Arab Saudi menolak rencana dan tindakan Israel untuk mengusir puluhan warga Palestina dari rumah mereka di Yerusalem dan memaksakan kedaulatan Israel atas mereka,” kata Kementerian Luar Negeri Kerajaan Arab Saudi dalam sebuah pernyataan yang disiarkan Al Arabiya milik Saudi.

Sedangkan Uni Emirat Arab (UAE) yang baru menormalisasi hubungan dengan Israel menyesalkan bentrokan tersebut. Menteri Luar Negeri Khalifa al-Marar mendesak otoritas Israel untuk mengurangi ketegangan.

“Perlunya otoritas Israel untuk memikul tanggung jawab mereka – sejalan dengan hukum internasional – untuk memberikan perlindungan yang diperlukan terhadap hak warga sipil Palestina untuk menjalankan agama mereka, dan untuk mencegah praktik yang melanggar kesucian Masjid Al-Aqsa,” ucap Marar seperti diberitakan kantor berita negara WAM.

Diketahui, bentrokan meletus antara pengunjuk rasa Palestina dan polisi Israel di luar Kota Tua Yerusalem pada Sabtu (8/5), ketika puluhan ribu jamaah Muslim bersembahyang pada malam suci Islam Lailatul Qadar.

Sedikitnya 80 orang terluka, termasuk anak di bawah umur dan satu tahun, dan 14 orang dibawa ke rumah sakit, menurut Bulan Sabit Merah Palestina. Sementara polisi Israel mengatakan satu petugas terluka.

Ketegangan meningkat di kota itu sepanjang bulan suci Ramadhan, di tengah meningkatnya kemarahan atas potensi pengusiran warga Palestina dari rumah-rumah mereka di Yerusalem, tanah yang diklaim oleh pemukim Yahudi.

Di Jalur Gaza Palestina, ratusan pengunjuk rasa berkumpul di sepanjang perbatasan dengan Israel. Militer Israel mengatakan massa melemparkan ban dan petasan yang terbakar ke arah pasukan.

Militan Gaza menembakkan setidaknya satu roket ke Israel yang mendarat di daerah terbuka, kata militer.

Israel mengatakan pihaknya meningkatkan pasukan keamanan pada Sabtu untuk mengantisipasi konfrontasi lebih lanjut di Yerusalem, Tepi Barat yang diduduki dan Gaza setelah bentrokan sengit meletus malam sebelumnya di Masjid Al-Aqsa.

Selain itu, bentrokan meletus setiap malam di Sheikh Jarrah Yerusalem Timur, lingkungan tempat banyak keluarga Palestina menghadapi pengusiran dalam kasus hukum yang sudah berjalan lama.(gw/fin)