Terjual Rp53 Juta, Ridwan Kamil Lelang Produk Brand Lokal

oleh -51 views
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil/Ist

GUBERNUR Jawa Barat, Ridwan Kamil secara resmi memperkenalkan 21 produk hasil kolaborasinya bersama brand lokal di Pulau Jawa.  21 produk premium itu dibagi menjadi empat paket dan dijual dengan sistem lelang lewat instagram pribadinya. Produk yang dilelang diantaranya jaket, sepatu, helm, batik, hingga alat makan.

Hasilnya, produk tersebut terjual dengan harga Rp 53.800.000. Salah satu pemenang lelang tersebut merupakan anggota DPR RI yakni Ahmad Sahroni yang rela mengeluarkan mahar Rp25 juta untuk paket yang berisi cincin (Sweda), varsity (Harimau Supply), sepatu (Exodo) dan tas kayu (Ruaya).

Ridwan Kamil mengungkapkan, gerakan itu lahir ketika ia berkunjung ke salah satu brand lokal pembuat sepatu asal Bandung, Exodos, akhir tahun lalu. Saat itu Gally Rangga, owner Exodos, bercerita soal keresahan industri lokal akibat dampak pandemi Covid-19.

“Awalnya bentuk keprihatinan terhadap UMKM lokal yang lagi turun. Itu terlihat dari statistik daya beli masyarakat yang menurun. Saya main ke Exodos, kita ngobrol dan ternyata yang anjlok itu hampir semua di lingkaran brand lokal,” ucap Emil, sapaan akrabnya, Selasa (11/5).

Lalu, terciptalah ide kolaborasi untuk membantu para pelaku brand lokal. Tak hanya di Jabar, gerakan itu direspons positif hingga ke Jawa Tengah dan Jawa Timur.

“Saya kan desainer, arsitek juga. Kalau saya imbau cuma beli produk kan biasa. Saya tawarkan kepada mereka, kalau mau saya ikut mendesain, ikut mikir. Karena desain itu terapi buat saya. Dari situ tim mengumpulkan 21 brand yang punya nilai seni. Ternyata macam-macam dari jaket, sepatu, helm, cincin, batik, hingga alat makan,” jelasnya seperti dilansir¬†Kantor Berita Politik RMOL .

Emil pum mengusung tema dwi warna dengan balutan aksen batik megamendung dalam proyek kolaborasinya bersama 21 brand lokal di Pulau Jawa.

Proyek kreatif itu diberi nama Inilokal Inikolaborasi yang membawa semangat para brand lokal untuk bangkit bersama di tengah pandemi Covid-19.

“Dan saya senang banget karena walaupun prosesnya lama saya juga sebagai gubernur punya agenda sibuk banget. Tapi semua indah pada waktunya. Saya mewakafkan daya imajinasi saya dikombinasi menjadi upaya menolong brand lokal,” katanya.

Terjun langsung dalam proses desain, kata Emil, juga sebagai bentuk keseriusannya dalam mengangkat produk lokal. Artinya, gerakan ini tak hanya gimmick. 

“Saya kan bukan lembaga pemodal. Saya ingin brand ini sustain jangan gimmick di awal nanti, mati muda. Makanya saya ingin long term. Saya bilang jual saja nama RK karena saya punya nilai marketing. Daya marketing pemimpin itu penting,” paparnya. 

Menurutnya, kualitas produk yang dihasilkan sangat memuaskan. Ia bahkan menjamin kualitas produk lokal bisa bersaing dengan produk luar. 

“Kalau dibandingkan produk luar, kita bisa bersaing. Saya berharap setelah ini brand yang saya bantu ini laris manis,” ungkapnya.

Ia menyebut, dana dari hasil lelang tersebut pun akan dikembalikan kepada pemilik brand sebagai modal usaha. Rencananya, produk kolaborasi itu akan diproduksi secara massal.

“Jadi ini lelang hanya sementara nanti harapannya jangka panjang brand lokal bisa berjaya, kualitas dijaga, kolaborasi dipelihara dan saya gak akan berhenti. Ini gelombang satu nanti ada gelombang lainnya, masih ada peluang buat brand lain,” jelasnya. 

Sementara itu, owner dari Revolt Industry, Agung mengakui pandemi sangat berdampak terhadap kelangsungan hidup brand lokal tanah air. Pemilik brand asal Surabaya itu bahkan berupaya bertahan agar tak mem-PHK sekitar 40 pegawainya.

Menurutnya, gerakan ini membawa semangat baru bagi brand lokal. Berdasar semangar bangkit bersama. Ia pun mulai merasakan energi baru untuk tetap hidup. 

“Terima kasih banget kita dari Jatim punya kesempatan kolaborasi. Saya inget Kang Emil pejabat yang fashionable. Selama ini kita terlalu fokus dengan ketakutan, sampai lupa bagaimana tetap hidup. Jadi apa yang kita lakukan secara bersama bisa menggerakan ekonomi, bergerak bersama adalah cara untuk kita untuk bertahan,” tandasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *