Di Kompleks Pemakaman Syekh Alimudin Desa Bondan Tumbuh Pohon Nagasari yang Dikenal Keramat

oleh -580 views
Pohon-Nagasari
Penampakan pohon nagasari di kompleks makam Syekh Alimudin di Desa Bondan, Kecamatan Sukagumiwang, Kabupaten Indramayu. Foto: Jerrel Zefanya T/Zetizen Radar Cirebon

INDRAMAYU – Ternyata ada sebuah pohon langka yang tumbuh di areal kompleks pemakaman Syekh Alimuddin Desa Bondan, Kecamatan Sukagumiwang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Menurut cerita, Syekh Alimuddin murid dari Syekh Datuk Kahfi yang merupakan guru dari Sunan Gunung Djati dan para wali lainnya.

Lokasi tumbuhnya pohon tersebut tidaklah jauh dari Masjid Kuno Sapu Angin Sadalu atau yang biasa dikenal dengan Masjid Kuno Bondan, masjid tertua di Kabupaten Indramayu.

Disebut masjid tertua karena dibangun pada tahun 1414 M, sebelum Kota Cirebon dan Kabupaten Indramayu berdiri.

Pohon itu dikenal warga sekitar sebagai nagasari yang oleh masyarakat di daerah Jawa terkenal keramat dan unik. Pasalnya, pohon tersebut tidak bisa sembarangan tumbuh.

Menurut Nudiyalis Sholat (26), Juru Pelihara Makam Syekh Alimuddin, pohon nagasari yang berada di kompleks tersebut usianya sudah ratusan tahun dan hanya terdapat 6 buah pohon di sana. Lokasi dari pohon tersebut hanya berada di sekitar makam.

Nudiyalis juga mengatakan bahwa ia pernah menanam pohon tersebut di tempat lain, namun tidak bisa tumbuh. Menurut masyarakat, pohon ini memang dikenal mistis.

“Saya pernah untuk menanam pohon ini di rumah, tetapi tidak bisa. Padahal, rumah saya masih satu desa dengan makam,” ujarnya saat ditemui Radar Cirebon, beberapa waktu lalu.

Berdasarkan legenda yang berkembang, pohon nagasari awalnya merupakan ular raksasa. Kemudian berubah menjadi pohon.

Hingga saat ini, Nudiyalis pun tidak mengetahui bagaimana pohon itu bisa tumbuh di makam Syekh Alimuddin tersebut.

Pohon ini juga dipercaya masyarakat dapat membawa keselamatan, perlindungan terhadap makhluk jahat dan ilmu sihir. Serta dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar pembuat tasbih.

“Ada juga yang memanfaatkan dengan cara menyambitkan ranting pohon tersebut kepada orang jahat dan kemudian orang jahat itu langsung pingsan,” tutup Nudiyalis. (jerrel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *