Tagar #TangkapHaikalHasan Menggema di Twitter, Ini yang Dilakukan Sang Penceramah

oleh -178 views
Penceramah Haikal Hasan. Foto: Ist

JAKARTA– Nama penceramah, Haikal Hasan Baras jadi trending topik nomor satu di Twitter pada Senin (7/6). Hal itu lantaran dia dianggap menyebar berita hoaks dan fitnah kepada pemerintah terkait jamaah haji.

Sekitar 4 ribu netizen menyerukan tagar #tangkaphaikaslhasan. Mendengar namanya digaungkan di media sosial dan terancam dipolisikan, Haikal Hasan akhirnya minta maaf.

Haikal Hasan mengatakan bahwa cuitannya tersebut mengkritik pemerintah Arab Saudi yang tidak memberikan kuota haji ke Indonesia. Ternyata, dia akui cuitan itu salah.

“Saya kritik pemerintah saudi Arabia kok negara kita tidak boleh pergi haji….Sebab apa pemerintah saudi memblok negara kita…. Ternyata pemerintah saudi belum resmi mengumumkan…Lalu saya minta maaf…Kok buzzer marah,” kata Haikal Hasan di Twitternya, dikutip Senin (7/6).

Haikal Hasan mengaku heran, cuitan itu dipermasalahkan. Padahal dia hanya bertanya.

“Apakah dimata Saudi kita dekat negara RRC jadi diblok? Apakah dimata saudi zalim ke HRS? Apakah dimata mrk gak ada dana?Apakah ini murni karena kesehatan (masih rawan covid) jadi diblok? Kan begitu membaca nya..Ternyata bukan, belum resmi, lalu minta maaf.. Kok buzzer marah” cetusnya.

Terkait cuitan itu, Ketua Umum Cyber Indonesia Muannas Alaidid berencana mempolisikan Haikal Hasan Baras hari ini. Sebab dia dinilai menyebarkan berita tidak benar.

“Besok Senin putuskan akan resmi laporkan Haikal Hasan karena ini delik umum, entah sudah ke berapa laporan terhadapnya dibuat, kali ini soal dugaan menyebarkan berita bohong dan SARA tweet haji yang berakibat kegaduhan ditengah masyarakat. Mohon dukungan,” kata Muannas Alaidid di akun Twitter-nya, dikutip Senin (7/6).

Muannas menilai, cuitan Haikal Hasan terkait berita bohong jauh lebih berbahaya dari kasus hoaks Ratna Sarumpaet.

“Twitt Haikal Hasan berkaitan dugaan menyebarkan hoax dan SARA soal ibadah haji yang merupakan rukun islam ke-5, ini jauh lebih berbahaya dibanding kasus Ratna Sarumpaet yang hanya urusan pilpres,” kata Muannas.

“Kalau soal minta maaf Ahok juga gitu, tapi beda haikal sudah banyak laporan jangan sampai dia merasa kebal hukum,” imbuhnya. (dal/fin)