Kasus Naik, Taiwan Prioritas Vaksin Lansia

oleh -17 views
PAKAI MASKER: Saat ini pandemi Covid-19 di Taiwan belum terkendali, sehingga warga wajib menerapkan protokol kesehatan dengan memakai masker, jaga jarak dan sering cuci tangan. FOTO:NET

TAIWAN-Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Taiwan merangkak naik. Padahal, sebelumnya Taiwan tergolong sebagai negara yang berhasil mengendalikan pandemi. Kemarin pemerintah Taiwan memperpanjang pengetatan hingga 28 Juni. Sekolah-sekolah diliburkan hingga libur musim panas.

”Situasinya masih mengkhawatirkan. Saat ini pandemi belum terkendali,” ungkap Perdana Menteri Taiwan Su Tseng-chang seperti dikutip Channel News Asia.

Taiwan saat ini berada di level waspada tertinggi kedua. Pekan ini pemerintah akan mulai mendistribusikan 1,24 juta dosis vaksin AstraZeneca yang didonasikan Jepang. Orang yang sakit parah dan penduduk lansia berusia 75 tahun ke atas jadi prioritas. Saat ini baru sekitar 3 persen dari 23,5 juta penduduk Taiwan yang sudah menerima setidaknya satu dosis.

”Kami bukannya telat membeli. Tanda tangan kontrak dilakukan sejak September tahun lalu,” tegas Menteri Kesehatan Taiwan Chen Shih-chung.

Yang jadi masalah adalah pengiriman dari pihak pembuat vaksin. Beberapa hari lalu Amerika Serikat (AS) berjanji mendonasikan 750 ribu dosis vaksin ke Taiwan.

Sementara itu, seratus mantan presiden, perdana menteri, dan menteri luar negeri mengirimkan surat kepada negara-negara kaya anggota G7. Mereka mendesak agar negara anggota G7 membayar vaksinasi virus corona global guna membantu menghentikan mutasi virus yang berpeluang kembali menjadi ancaman dunia.

Permintaan tersebut diungkap menjelang KTT G7 di Inggris pada Jumat (11/6). Dalam forum itu Presiden AS Joe Biden rencananya bertemu dengan para pemimpin Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Kanada, dan Jepang.

”Dukungan dari G7 dan G20 yang memungkinkan vaksin mudah diakses negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah bukanlah amal, tetapi lebih merupakan kepentingan strategis setiap negara,” bunyi penggalan surat tersebut. (jp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *