BNPB Punya Utang Rp140 Miliar

oleh -38 views
UTANG NUMPUK: Plt Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB Dody Ruswandi mengatakan BNPB memiliki utang Rp140 miliar yang belum dibayar ke beberapa hotel yang selama ini dijadikan tempat isolasi pasien Covid-19. FOTO: ISTIMEWA

JAKARTA- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah memberhentikan pembiayaan tempat isolasi di hotel di Jakarta. Selain anggarannya habis, BNPB juga memiliki utang senilai Rp140 miliar. Utang tersebut terkait pembayaran sejumlah hotel.

“Sekitar Rp140 miliar yang belum dibayar ke beberapa hotel. Ada 31 hotel di Jakarta yang pembiayaan isolasi OTG Covid-19 ditanggung BNPB. Untuk periode Januari hingga Juni baru dibayarkan Rp60 miliar,” ujar Plt Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB Dody Ruswandi di Jakarta, Kamis (10/6).

Pihaknya memastikan akan melunasi tagihan hotel di Jakarta tersebut. Saat ini, lanjutnya, Kemenkeu sedang merumuskan pembiayaannya. “Akan dilunasi, usulan anggarannya sedang berproses di Kemenkeu,” jelas Dody. Dari 31 hotel yang ditanggung BNPB, 15 hotel untuk pasien OTG Covid-19. Lainnya 16 hotel untuk penginapan tenaga kesehatan.

Ya, sebelumnya Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menghentikan pembiayaan tempat isolasi mandiri di hotel-hotel di Jakarta. Anggaran untuk pembiayaan selanjutnya akan diserahkan ke pemerintah daerah.

“Pembiayaan isolasi mandiri yang awalnya tersentral oleh pemerintah pusat akan secara bertahap dilakukan terdesentralisasi kepada pemerintah daerah,” ujar Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito di BNPB, Jakarta, Rabu (9/6).

Kebijakan ini diambil karena pemerintah daerah dinilai dapat menyesuaikan kebutuhan untuk isolasi mandiri warganya. “Untuk upaya penanganan Covid-19 terbaik sesuai tantangan yang khas setiap daerah. Diharapkan dapat disesuaikan secara lebih efektif,” imbuh Wiku Adisasmito.

Menurutnya, pemerintah pusat akan membantu pemerintah daerah jika mengalami hambatan dalam penyediaan ruang isolasi pasien Covid-19. “Pemerintah pusat akan siap membantu pelaksanaannya. Karena itu, bagi pemerintah daerah yang mengalami kendala khususnya pengadaan fasilitas isolasi maupun karantina mandiri bisa memanfaatkan forum komunikasi dengan pemerintah pusat. Selanjutnya aja dicari jalan keluar secara bersama-sama,” terang Wiku.

Sementara itu, hingga kemarin jumlah pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 mengalami peningkatan. Di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, pada Kamis (10/6), tercatat ada tambahan 405 orang.

“Pasien rawat inap terkonfirmasi positif Covid-19 di Tower 4, 5, 6 dan 7 sebanyak 3.626 orang. Sementara jumlah sehari sebelumny) 3.221 orang. Ada penambahan jumlah pasien rawat inap 405 orang,” ujar kata Kepala Penerangan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) I Kolonel Marinir Aris Mudian di Jakarta, Kamis (10/6).

Menurutnya, terhitung sejak 23 Maret 2020 hingga 10 Juni 2021, jumlah pasien yang dirujuk ke RS Darurat Wisma Atlet mencapai 89.111 orang. Dari jumlah itu, 84.489 pasien Covid-19 telah dinyatakan sembuh dan keluar dari rumah sakit. “Sedangkan 907 pasien dirujuk ke rumah sakit lain. Untuk jumlah pasien meninggal di RS Darurat Wisma Atlet per 10 Juni 2021 sebanyak 89 orang,” paparnya. (rh/fin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *