Utang BUMN Bisa Jadi Bom Waktu

oleh -32 views

LONJAKAN utang Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang setiap saat bisa meledak. Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PKS, Amin Ak mengkhawatirkan ‘ledakan’ krisis keuangan BUMN akan berdampak buruk bagi perekonomian nasional.

Menurut Amin, utang BUMN akan menimbulkan tanggung jawab kontingensi pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) karena bila BUMN gagal bayar, pemerintah akan ikut membayarnya.

Amin mengingatkan krisis moneter pada tahun 1998 yang dipicu oleh akumulasi utang yang tidak dapat dikendalikan dan diselesaikan secara tuntas.

Pandemi memang meningkatkan risiko neraca keuangan BUMN maupun perekonomian nasional, namun kata Wakil Rakyat dari Jatim IV (Kabupaten Jember dan Lumajang) itu, tren kenaikan utang BUMN sudah berlangsung dalam lima tahun terakhir. Bukan semata-mata terjadi akibat pandemi Covid-19.

“Pemerintah tidak bisa menjadikan pandemi Covid-19 sebagai alasan dibalik kegagalan mengelola utang BUMN,” tegas Amin.

Berdasarkan data Bank Indonesia, hingga akhir 2020 lalu, dari Rp12,181 triliun utang sektor publik, total utang BUMN mencapai Rp6.091 triliun. Rasio utang BUMN terhadap aset mencapai 67 persen yang berarti kemampuan perusahaan untuk mencetak keuntungan tidak sebanding dengan laju kenaikan utangnya.

Utang BUMN didominasi oleh perbankan. Amin pun mengingatkan sistem pada bank-bank BUMN jika sampai mengalami kesulitan keuangan pada ujungnya akan berpengaruh pada perekonomian secara luas.

“Risiko gagal bayar juga membayangi BUMN nonkeuangan terutama BUMN energi dan infrastruktur,” pungkasnya. (fin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *