Pemkot Cirebon Butuh Rp12 Miliar Lagi untuk Tangani Covid-19 yang Terus Melonjak

oleh -596 views
peti-mati-kota-cirebon
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon Agus Mulyadi ditemui radarcirebon.com. FOTO:DEDI HARYADI/RADARCIREBON.COM

CIREBON – Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon memetakan kembali kebutuhan anggaran untuk penanganan Covid-19 yang terus melonjak.

Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon Agus Mulyadi, Rabu (16/6). Menurut Agus, Kota Cirebon masih membutuhkan anggaran yang cukup besar untuk penanganan pandemi virus corona ini.

“Kebutuhan kami masih sekitar Rp 12 miliar. Anggaran tersebut diantaranya diperuntukkan untuk penambahan sewa isolasi mandiri di salah satu hotel di Kota Cirebon. Juni ini sebenarnya sudah habis. Tapi kita tambah lagi hingga 3 bulan ke depan atau hingga September 2021 ini,” ungkapnya.

Agus Mulyadi mengungkapkan, perpanjangan sewa hotel untuk tempat isolasi mandiri dikarenakan saat ini hotel tersebut penuh.

“Ya sekarang sudah penuh, kemarin hanya sisa satu. Hotel Ono’s memiliki 52 kamar dengan kapasitas hingga 190 tempat tidur. Selain untuk perpanjangan sewa hotel, dana tersebut juga akan digunakan untuk pembayaran insentif, sosialisasi dan edukasi Satpol PP, testing hingga biaya pemakaman pasien yang meninggal karena Covid-19,” jelasnya.

Dia juga menyebutkan, kebutuhan dana sebesar Rp12 miliar tersebut didapatkan dengan melakukan sejumlah pergeseran anggaran.

“Misalnya penyertaan modal ke BUMD kita tunda dulu. Saya berharap dana ini dapat mencukupi untuk penanganan covid-19 di Kota Cirebon hingga akhir tahun 2021,” sebutnya.

Perlu diketahui, Pemkot Cirebon telah melakukan refocusing anggaran sebesar Rp109 miliar pada Februari 2021 lalu. Dari dana sebesar itu sebesar Rp20 miliar digunakan untuk penanganan Covid-19 termasuk untuk vaksinasi.

Dengan melonjaknya angka positif Covid-19 di Kota Cirebon, penambahan anggaran untuk penanganan Covid-19 dibutuhkan.

Sementara itu berdasarkan data dari website Covid-19 Kota Cirebon, jumlah terkonfirmasi positif saat ini sudah mencapai 5.934 dengan jumlah yang meninggal dunia sebanyak 218 orang.

Hingga kini masih ada 477 orang yang melakukan isolasi. Sedangkan tingkat keterisian atau Bed Occupancy rate (BOR) sudah mencapai 81 persen.(rdh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *