Wakil Walikota Meninjau Pusat Daur Ulang Sampah, Begini Harapannya

oleh -90 views
Wakil Wali Kota Cirebon Hj Eti Herawati, saat meninjau PDU, Kamis (17/6).

CIREBON – Keberadaan Pusat Daur Ulang (PDU) Jl Dukuh Semar, Kecamatan Harjamukti, diharapkan  mampu mengatasi sampah di Kota Cirebon.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Wali Kota Cirebon Hj Eti Herawati, saat meninjau PDU, Kamis (17/6).

“Selama ini terkendala karena perwalinya yang belum ada. Namun tahun ini ditargetkan PDU ini bisa segera beroperasi. Dengan beroperasinya PDU ini bisa membantu mengatasi permasalahan sampah yang dihasilkan warga Kota Cirebon,” ungkapnya.

Eti menyebutkan, PDU sampah merupakan bantuan dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

“PDU ini mampu mengolah sampah hingga 10 ton perhari. Walaupun volume sampah di Kota Cirebon mencapai 300 ton per hari, namun keberadaan PDU bisa menjadi jalan keluar dari permasalahan sampah yang ada di Kota Cirebon,” sebutnya.

Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kota Cirebon Kadini mengatakan,  target triwulan keempat ini perwali untuk pengolahan sampah di PDU sudah selesai.

“Kita akan menampung sampah yang dihasilkan warga dari bank-bank sampah yang ada di sejumlah RW di Kota Cirebon. Sampah-sampah plastik akan diolah menjadi biji plastik, plastik press dan lainnya. Nanti ada pihak ketiga yang menampung,” katanya.

Menurut Kadini, untuk sampah yang berasal dari pasar tradisional akan diolah menjadi makanan maggot.

“Itu sih kita bagikan gratis. Diserahkan kepada yang mau. Keberadaan PDU bisa mengurangi sampah yang masuk ke TPA Argasunya. Seperti diketahui, umur TPA terbatas sehingga diperlukan upaya untuk mengurangi sampah yang masuk ke TPA. Caranya yang bisa dilakukan dengan membuat bank-bank sampah di setiap RW di Kota Cirebon selanjutnya sampah-sampah plastik dikirim ke PDU untuk diolah. Kita tahu sampah plastik itu sangat sulit diolah dan terurai,” ujarnya.

Masih kata Kadini, pihaknya sudah menyiapkan biaya operasional. Seperti untuk pembelian bahan bakar minyak (BBM) serta untuk membayar tenaga kerja. “Kalau Perwali nya sudah ada, bisa segera beroperasi,” pungkasnya (rdh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *