Proyek Geothermal Gunung Ciremai Mengemuka Lagi, Warga Minta Ini

oleh -1.511 views
panas-bumi-gunung-ciremai
Gunung Ciremai dari kawasan Lembah Cilengkrang. Foto: Yuda Sanjaya/radarcirebon.com

KUNINGAN – Proyek geothermal atau panas bumi di Gunung Ciremai kembali mengemuka. Atas munculnya informasi ini, warga mengungkapkan sejumlah harapan.

Tokoh masyarakat Desa Sukamukti Kecamatan Jalaksana, H Udin Kusnedi SE MSi, meminta agar pemerintah daerah dapat mengajak semua pihak untuk diberikan penjelasan soal geothermal.

“Apakah benar-benar menguntungkan atau sebaliknya. Katanya, rencana ini merupakan proyek nasional, sehingga pemda pun harus dapat mengamankannya,” kata dia, kepada Radar Kuningan.

Dia menambahkan, dalam posisi ini diyakini posisi bupati dilematis. Di satu sisi harus mengamankan proyek pemerintah pusat. Namun di sisi lain harus memperjuangkan rakyatnya.

“Ini juga saya kasihan kepada bupati. Tapi dalam situasi dan kondisi seperti ini apa daya seorang bupati sebagai pemegang wilayah yang akan terkena proyek nasional,” kata Jiud, sapaan akrabnya.

Menurutnya, proyek geothermal ini ada di wilayah lereng Gunung Ciremai. Tetapi jika ada proyek nasional, pemda itu sebagai kepanjangan tangan dari pemerintah pusat, ini menurutnya menjadi sesuatu yang sulit.

Karenanya, kata dia, masyarakat harus tahu hasil kajiannya. Jangan sampai ketika posisi seperti ini hanya akan menimbulkan ketidaksukaan terhadap seseorang.

“Kita harus lebih dewasa dalam wilayah kemasyarakatan dan pemerintahan,” ujarnya.

Ia pribadi mengaku belum mengetahui pasti manfaat dari geothermal ke depan. Apakah akan menyengsarakan warga, khususnya yang ada di wilayah lereng Gunung Ciremai atau tidak.

“Harapannya adalah bagaimana agar masyarakat itu bisa mengerti apakah ini betul-betul akan menguntungkan atau malah merugikan. Jangan sampai sekarang bicara akan menguntungkan, tetapi nyatanya nanti malah merugikan. Kajian ini harus betul-betul komprehensif,” harapnya.

Jiud mengungkapkan, saat ini ada beberapa proyek geothermal yang sudah berjalan dan sedang dilakukan. Contohnya di Garut yang sudah berjalan. Lalu di Bumiayu Jawa Tengah, tepatnya di lereng Gunung Selamet, itu juga sudah berjalan.

“Apakah mengurangi debit air? Ini juga harus jelas dan matang kajiannya,” tandanya.

Jiud sangat tidak mengharapkan munculnya perspektif tidak baik terhadap pemerintah Kabupaten Kuningan dan terhadap orang-orang tertentu.

Ia kembali mengharapkan agar semua pihak diajak bicara, termasuk diajak melihat contoh proyek geothermal yang sudah ada di daerah lain, seperti di Garut dan Bumiayu.

“Diajaknya jangan hanya diajak makan, itu nantinya memunculkan prasangka negatif. Tetapi ajak ke lapangan, studi banding, itu pun kalau ini mau betul-betul kepentingannya untuk rakyat. Ini ada yang sudah jalan, ada yang sedang berjalan. Kan seperti itu,” pungkasnya. (muh)

Baca juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *