Ingat Punya Komorbid! Belasan Dokter Meninggal Kena Covid-19 Meski Divaksin

oleh -85 views
hotman-paris-petugas-pemulasaraan-jenazah-covid
Ilustrasi foto. Dok/Okri Riyana/Radar Cirebon

SUDAH divaksinasi bukan menjadi jaminan tidak tertular Covid-19. Para dokter dan tenaga kesehatan pun terinfeksi Covid-19 sekalipun sudah divaksinasi, bahkan sebagian di antaranya meninggal dunia. Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengumumkan sebanyak 14 dari 61 dokter yang sudah divaksinasi, meninggal setelah terpapar Covid-19 sepanjang Februari-Mei 2021.

Ketua Tim Mitigasi Pengurus Besar IDI dr. Moh. Adib Khumaidi menyebutkan 10 orang telah mendapat dua dosis vaksin Covid-19, sementara 4 lainnya baru menerima satu dosis. Sementara 47 dokter lainnya yang meninggal belum divaksin lantaran tidak memenuhi syarat vaksin terkait komorbid alias penyakit penyerta yang mereka miliki.

Mengapa angka kematian masih bisa terjadi sekalipun sudah vaksinasi? Pihaknya masih mengumpulkan informasi dan analisis lebih lanjut. Namun salah satu alasannya adalah karena dokter tersebut punya riwayat penyakit komorbid.

“Kondisi sampai meninggal harus kita data, ataukah memang ada komorbid atau atau tidak. Tapi yang jelas komorbid memperparah kondisi pasien, seperti di Kudus dari 380-an nakes yang terpapar, 70 orang itu dokter, sudah divaksin. Dan yang kritis dan meninggal ada satu, faktor usia di atas 60 tahun dan ada komorbid,” ungkapnya kepada JawaPos.com, Kamis (24/6).

Menurut dr. Adib, gambaran di Kabupaten Kudus dua minggu pasca Lebaran saat itu mulai terjadi kenaikan kasus. Selain kasus Covid-19, kata dia, pasca Lebaran juga memicu munculnya penyakit lain seperti diare, tipes dan DBD.

“Makanya banyak masyarakat ke RS dan sejak itu RS jadu overload. Dari situ kemudian kondisi nakes sudah mulai terpapar,” katanya.

Data di Kudus, ada 358 nakes yang terinfeksi dan di antaranya adalah 70 dokter. Hanya 30 orang dengan kondisi ringan sedang. Dan 1 orang kondisi berat.

“Satu kondisi berat karena ada dokter sudah usia lanjut, dan kini sudah membaik,” jelas dr. Adib.

Kemudian ada 1 dokter senior meninggal karena komorbid. Dan ada 1 ahli gizi juga meninggal.

“Salah satu meninggal karena komorbid asma,” kata dr. Adib.

Ia menegaskan nakes yang meninggal tersebut meski sudah divaksinasi disebabkan oleh kondisi faktor risiko komorbid yang mendasarinya. Meski demikian, secara keseluruhan vaksinasi tetap bisa membuat seseorang mendapatkan perlindungan.

“Sebenarnya resiko paparan bisa terjadi walaupun divaksinasi. Makanya selalu ingat prokes. Yang perparah kondisi seseorang walau sudah divaksinasi ya itu karena komorbid,” jelasnya.

“Namun secara keseluruhan dengan vaksinasi kondisi seseorang akan terlindungi. Sebagian besar nakes isolasi mandiri dan gejalanya ringan,” katanya.(jp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *