Cuitan Jokowi Soal Muadzin Viral, Tuan Guru Bajang Beri Penjelasan, Sangat Rinci!

oleh -261 views
tuan-guru-bajang
Dr Tuan Guru Bajang Muhammad Zainul Majdi.

JAKARTA – Cuitan Presiden Jokowi di Twitter viral di media sosial. Banyak warganet mempertanyakan terkait Muadzin dalam salat Idul Adha di halaman Istana Bogor itu.

“Salat Iduladha pagi ini di halaman Istana Bogor dengan jamaah terbatas. Bertindak sebagai muazin, imam, dan khatib adalah anggota Paspampres,” tulis Jokowi di akun Twitter miliknya.

Namun, unggahan itu banyak yang mempertanyakan bahkan membully. Warganet berpendapat, tidak ada muadzin dalam shalat id.

Dr Tuan Guru Bajang Muhammad Zainul Majdi merespons ini, dan memberikan penjelasan. Sebab, banyak juga yang bertanya kepada dirinya.

“Banyak pertanyaan terkait ini kepada saya melalui pesan pendek dan watsap. Karena ini masalah fikih, saya kutipkan saja tulisan Imam Nawawi RA dalam Al-Majmu, salah satu kitab babon dalam fikih Syafii,” tulis TGB memberikan penjelasan.

Dia kemudian mengutip Imam Syafii dan Ashab (para tokoh utama Mazhab Syafii) mensunnahkan ucapan: Ash-shalatu jamiah (saat shalat id), berdasarkan qiyas dengan shalat gerhana.

Imam Syafii mengatakan dalam bukunya Al-Umm: “Aku suka apabila Imam memerintahkan Muazin untuk menyerukan di shalat Id dan shalat lain yang dilaksanakan secara berkumpul, “Ash-Shalatu jamiah’…”

“Jadi istilah Muazin juga dipakai dalam shalat Id, hanya saja yang diserukan bukan azan yang biasa namun ucapan “Ash-Shalatu jamiah”. Dan inilah yang diamalkan selama ini,” tulis TGB.

TGB juga berpesan agar beragama dengan kejernihan dan kerendahan hati. Juga menjauhkan diri dari sikap gampang menyalahkan, apalagi menghina orang lain.

“Pesan saya untuk diri saya dan kita semua, mari beragama dengan kejernihan dan kerendahan hati, jauhkan diri dari sifat gampang menyalahkan apalagi menghina orang lain. Siapapun itu,” katanya.

“Apalagi kalau kita sendiri ternyata masih fakir ilmu,” imbuh dia. (yud)

Baca juga;