Naik Lagi, Kasus Covid-19 Hari Ini Bertambah 49.509

oleh -127 views
penambahan-harian-kasus-covid-19
Juru Bicara Satgas Covid-19, Prof Wiku Adisasmito.

JAKARTA – Penambahan kasus covid 19 di Indonesia, kembali mengalami lonjakan. Dalam 24 jam terakhir dengan cut off pukul 12.00 siang hari ini, terdapat 49.509 kasus baru.

Sedangkan untuk kasus aktif telah mencapai 561.384, dengan 36.370 penambahan kesembuhan. Terdapat 1.449 pasien meninggal dunia.

Juru Bicara Satgas Covid-19, Prof Wiku Adisasmito mengatakan, hal yang perlu menjadi perhatian adalah meningkatkan testing dan menurunkan angka kematian.

“Peningkatan testing perlu menjadi hal yang diperhatikan. Jumlah orang diperiksa pada beberapa hari terakhir perlu kembali ditingkatkan,” kata Wiku dalam jumpa pers virtual, Kamis (22/7/2021).

Terkait rencana pelonggaran PPKM, Wiku mengungkapkan, relaksasi bertahap apabila kasus mengalami penurunan dalam beberapa hari ke depan.

Secara nasional kasus covid-19 mengalami penurunan dari 56.757 pada 15 Juli menjadi 33.372 pada tanggal 21 Juli atau turun sebesar 40 persen.

Kasus aktif juga mengalami penurunan dalam hari beberapa terakhir. Begitu juga BOR mengalami penurunan menjadi 72,82 persen.

“Adanya perkembangan baik ini, patut diapresiasi,” ucapnya.

Kendati demikian, yang perlu menjadi perhatian adalah 6 hari berturut-turut kematian lebih dari 1.000 dari setiap harinya. “Ini bukan sekedar angka, di dalamnya ada kerabat, kolega yang ditinggalkan,” katanya.

Sampai saat ini, masih terdapat 180 kabupaten kota risiko tinggi, dan 281 risiko sedang. Sementara 7 provinsi dalam menerapkan PPKM darurat masih menunjukkan fluktuasi.

Terkait pemerintah yang disebut menurunkan testing agar kasus covid-19 seolah turun dan dapat memberlakukan relaksasi, Wiku menampik hal ini.

Ditegaskan dia, target nasional mendahulukan kontak erat dan suspect, dalam rangka menurunkan positivity rate nasional yang masih 28 persen.

“Target tracing 15 kontak per kasus terkonfirmasi,” tandasnya.

Sebaiknya, kata Wiku, melihat data testing secara mingguan, karena bila dilihat harian dinamis naik turun. Misalnya, pada pekan 3 Juli, Indonesia mencapai 4 kali sesuai standar WHO. (yud)

Baca juga: