JAKARTA – Menteri Koordinator (Menko) Polhukam, Mahfud MD menyinggung adanya kelompok tidak murni yang memanfaatkan situasi pandemi untuk menyerang pemerintah. Siapa mereka?

Mahfud menyebut, ada dua kelompok yang melakukan protes terhadap pemberlakukan PPKM. Yang pertama, kelompok murni adalah mereka yang benar-benar terdampak.

Kemudian kelompok tidak murni, yang hanya memanfaatkan situasi. Mereka berusaha terus menerus menyerang pemerintah terkait penanganan covid-19.

“Ingin menentang saja, memanfaatkan situasi. Apapun yang diputuskan pemerintah diserang,” ungkkap Mahfud, di Channel Youtube Polhukam RI.

Situasi seperti apa yang dimaksud? Diungkapkan dia, penanganan pandemi dijadikan momentum untuk melakukan provokasi dan menuding keputusan pemerintah selalu salah.

Berbeda denga kelompok murni. Mereka ini, menyampaikan aspirasi dikarenakan terdampak oleh pandemi covid-19. “Saya takut covid, tapi gimana ekonomi saya? Nah itu aspirasi murni,” ungkapnya.

Mahfud mengungkapkan, pemerintah sangat terbuka dengan aspirasi masyarakat. Tetapi untuk saat ini, agar menyesuaikan terlebih dahulu.

Mengingat situasi pandemi covid-19 yang tengah merebak. Seperti misalnya melalui virtual meeting, webinar, dialog-dialog di televisi, happening art yang menjaga protokol kesehatan, melalui media sosial, dan sebagainya. (yud)

Baca juga: