Disebut Menag Yaqut, Begini Sejarah Agama Bahai di Indonesia

oleh -39 views
rumah-ibadah-bahai
Rumah Ibadah Agama Bahai. Foto: Komunitas Bahai

JAKARTA – Ucapan Selamat Hari Raya Naw Ruz 178 EB kepada Komunitas Bahai dari Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, memantik beragam reaksi. Keberadaan Agama Bahai di Indonesia pun memantik rasa penasaran masyarakat.

Tak banyak yang mengetahui bahwa Baha’i sudah lama berada di Indonesia. Agama dari Negeri Persia ini, telah menyebar sejak lama dan dianut para pengikutnya.

Masuknya Agama Baha’i ke Indonesia dipelopori Jamal Effendi yang melakukan perjalanan ke India dan tiba tahun 1875. Dia juga mengunjungi Sri Lanka, dan didampingi Sayyid Mustafa Rumi.

Dilansir dari situs resmi Komunitas Baha’i, Jamal Effendi juga berdagang. Kemudian melakukan perjalanan ke Burma (Myanmar), Dhaka (Bangladesh), Madras, Batavia (Jakarta). Yang diteruskan dengan kunjunganke kota-kota pelabuhan di nusantara.

agama-bahai-di-indonesia

Dari sini mereka berkunjung ke Surabaya, dan sepanjang garis pantai, mereka juga singgah di pulau Bali dan kemudian Lombok.

Pemberhentian mereka selanjutnya adalah Makassar, di pulau Sulawesi. Menggunakan sebuah kapal kecil mereka berlayar ke pelabuhan Pare-Pare.

Dengan menggunakan sampan, mereka melanjutkan perjalanan sepanjang sungai sampai mereka tiba dengan selamat di Bone.

Karena batas kunjungan empat bulan yang secara tegas diberikan oleh Gubernur Belanda di Makassar, mereka meninggalkan Sulawesi menuju ke Surabaya dan kemudian kembali ke Batavia. Setelah itu kembali ke Singapura dan ke bagian-bagian lain di Asia Tenggara.

Baca juga: