Rusunawa UGJ Jadi Tempat Isoman

oleh -9 views
TEMPAT ISOMAN: Rusunawa UGJ di wilayah Talun akan dijadikan tempat isolasi mandiri pasien Covid-19. FOTO: ANDRI WIGUNA/RADAR CIREBON

CIREBON- Pemkab Cirebon menargetkan operasional tempat isolasi mandiri (isoman) terpadu di Rusunawa UGJ (Universitas Swadaya Gunung Jati) mulai dibuka awal bulan Agustus. Persiapan mulai dikebut, termasuk melakukan sosialisasi ke warga sekitar.

Kemarin, Satgas Penanganan Covid-19 Kecamatan Talun, Puskesmas Talun, Dinkes, Satpol PP dan Polsek Talun menggelar sosialisasi di Balai Desa Sampiran. Petugas menyampaikan rencana dan skema operasional tempat isoman tersebut. Dalam kesempatan tersebut, sejumlah perwakilan masyarakat hadir. Dari mulai tokoh masyarakat, tokoh agama, perwakilan warga dari kompleks perumahan maupun warga asli dari Desa Sampiran.

Dalam sosialisasi tersebut, Anggi, salah satu perwakilan warga dari salah satu kompleks perumahan yang lokasinya berdekatan dengan lokasi tempat isoman itu mengatakan dari hasil polling yang dilakukan, sebanyak 85 persen warganya menolak. Penolakan tersebut dengan beberapa alasan.“Yang pertama warga kami khawatir persoalan lingkungan. Kedua limbah, banyak warga yang memiliki komorbid dan baru sebagian kecil warga yang divaksin sehingga dikhawatirkan terdampak,” ujarnya.

Pihaknya pun akan menyampaikan hasil dari sosialisasi kepada warga di perumahannya. Karena, menurut dia,  dari paparan satgas, SK penetapan tersebut sudah diteken bupati sehingga warga tentu tidak bisa menolak. Terlebih ini untuk kepentingan umum.

“Tadi kita minta SK penetapan tempatnya agar bisa disosialisasikan ke warga. Saya tadi hanya menyampaikan aspirasi dari warga. Sekarang mungkin yang penting warga kita dapat prioritas agar tidak khawatir dengan keberadaan lokasi isoman tersebut, termasuk pemberian vaksinasi untuk warga kami agar diperbanyak,” imbuhnya.

Sementara Camat Talun, Abadi, mengatakan informasi yang ia terima dari dinas kesehatan, tempat tersebut rencananya akan dioperasikan awal Agustus 2021. Saat ini dinas kesehatan sedang menyiapkan kelengkapannya. Dari mulai SDM dan lain-lainnya.“Di sana ada 42 kamar, di mana setiap kamar 2 bed sehingga bisa nampung 84 pasien isoman,” bebernya.

Dalam sosialisasi tersebut, menurut dia, setelah mendengarkan paparan dari sejumlah pihak akhirnya warga yang hadir setuju dengan rencana rusunawa UGJ dijadikan tempat isoman.

Terkait warga salah satu perumahan yang menolak rencana tersebut, sambung Abadi, setelah diberikan pencerahan dan penjelasan akhirnya perwakilan warga memahami dan mendukung program ini.“Tepatnya sih bukan penolakan, mereka hanya mempertanyakan teknisnya. Alhamdulillah setelah dijelaskan mereka paham dan mendukung, tidak ada penolakan,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala Satpol PP Kabupaten Cirebon Moh Syafruddin mengatakan pihaknya membantu Dinkes dalam melakukan sosialisasi. Menurutnya, setelah diberikan paparan dari mulai pengelolaan limbah dan skema operasional tempat isoman, warga yang hadir setuju dan mendukung tempat tersebut jadi lokasi isoman. (dri)