Waduk Jatigede Surut, Petani Ambil Risiko Tanam Palawija

oleh -258 views
petani-bercocok-tanam-saat-waduk-jatigede-surut
Petani bercocok tanam di lahan yang kembali muncul saat Waduk Jatigede surut. Foto: Baehaqi/Radar Majalengka

SUMEDANG – Di musim kemarau tahun ini, kondisi air di Waduk Jatigede, Sumedang, Jawa Barat surut. Kondisi ini dimanfaatkan petani untuk bercocok tanam palawija.

Volume air waduk yang menyusut membuat beberapa bangunan rumah warga yang sebelumnya sempat terendam, kini kembali terlihat.

Daratan yang subur ini, dimanfaatkan para petani untuk menanam palawija.

Seperti yang dilakukan Juju (58) petani asal Dusun Cikandang, Desa Ciranggem, Kecamatan Jatigede, yang memanfaatkan lahan surut dengan menanam tembakau.

kota-mati-waduk-jatigede
Puing bangunan yang muncul kembali saat Waduk Jatigede surut. Seperti kota mati. Foto: Baehaqi/Radar Majalengka

Dirinya menanam tembakau ialah untuk bertahan hidup dan mengisi waktu luang.

“Kalau hasilnya keuntungannya saya tidak menghitung, yang penting dari hasil tanaman tembakau ini, alhamdulillah saya bersyukur saya dengan keluarga bisa makan,” katanya.

Selain itu dirinya juga mengatakan bahwa tembakau yang ditanamnya, hanya dihargai Rp1.000 per pohon. Tapi, ini bukan tanpa risiko. Bila area waduk terendam air, tentu saja tanamannya pun akan ikut tenggelam.

“Kalau tiba-tiba air baik, ya terendam. Ya sudah bukan rejekinya. Risikonya ditanggung sendiri,” ungkapnya.

Berita berlanjut di halaman berikutnya…

Baca juga: