Deteksi Potensi Migas di Cirebon, Tujuh Kecamatan akan Disurvei Mulai Oktober

oleh -217 views
SOSIALISASI: Sosialisasi survei kebumian di Setda Pemkab Cirebon, kemarin. Nantinya akan ada 7 kecamatan yang disurvei untuk mendeteksi potensi migas.FOTO: ANDRI WIGUNA/RADAR CIREBON

CIREBON- Untuk memperoleh data bawah permukaan terbaru, pemerintah melalui Kementerian ESDM melakukan program breakthrough. Program tersebut digawangi Pertamina yang akan melakukan penelitian pencitraan lapisan dan struktur bawah permukaan bumi melalui Penelitian Survei Kebumian 2D Vibroseis Sub-Vulkanik Jawa yang akan dilakukan pada bulan Oktober 2021.

Usai rapat koordinasi dengan Pemkab Cirebon di Ruang Nyi Mas Gandasari Setda Kabupaten Cirebon, Senin (13/9), Senior Manager Operation Pertamina Hulu Energi (PHE), Farid Rochmadianto, mengatakan tujuan utama dari survei ini adalah untuk mendapatkan gambaran, citra dan foto lapisan bawah permukaan.

Terutama pada area di bawah lapisan batuan vulkanik di sepanjang wilayah di area Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Untuk area Jawa Barat, kata dia, kegiatan itu akan dimulai pertengahan Oktober hingga November 2021. Wilayahnya meliputi Kabupaten Ciamis, Majalengka, Kuningan dan Cirebon.

Dalam gambaran sederhana, survei ini tidak jauh berbeda dengan pemeriksaan Ultrasonografi (USG). Ia menyebut, metode yang akan dilakukan merupakan salah satu metode paling akurat dan umum digunakan seperti USG dalam memeriksa kenampakan dan kondisi janin atau bayi pada ibu hamil.

“Seperti halnya USG, survei kebumian ini juga merupakan metode untuk mendapatkan gambaran, foto, citra bawah permukaan bumi. Kita menggunakan mobil truck vibroseis dan penerima gelombang,”ujar Farid kepada Radar Cirebon.

Ia menjelaskan, mobil vibroseis nantinya akan digunakan sebagai sumber gelombang dan ada alat penerima gelombangnya. Teknisnya, mobil vibroseis akan melintas di sepanjang jalan dari Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis, hingga Kecamatan Arjawinangun Kabupaten Cirebon.

“Kami menggunakan mobil vibroseis sebagai sumber gelombang dan alat penerima gelombang. Kami berharap hasil kegiatan ini dapat memberikan jawaban atas penugasan yang diberikan pemerintah ke Pertamina,” kata dia.

Hal senada disampaikan Senior Manager New Venture PHE, Anton Darmawan. Menurutnya, penelitian tersebut untuk  menambah data dan informasi kebumian di Jawa Barat khususnya dan di Indonesia pada umumnya. Nantinya, manfaat data yang sudah valid bisa dirasakan oleh masyarakat.

“Kami mengharapkan bantuan dan dukungan dari setiap pemangku kepentingan yang ada, agar survei ini dapat berjalan dengan lancar. Nanti setelah ada data valid dari kementerian, manfaatnya bisa dirasakan oleh daerah masing-masing,” bebernya.

Di tempat yang sama, Asisten Perekonomian Setda Pemkab Cirebon Erry Ahmad Husaeri mengatakan sosialisasi tersebut untuk mencari potensi baru migas energi yang tidak terbarukan. Di Kabupaten Cirebon, kata Erry, ada tujuh kecamatan yang dilintasi survei. Yakni Kecamatan Sumber, Dukupuntang, Depok, Klangenan, Gempol, Palimanan, dan Arjawinangun.

“Bagi Pemkab Cirebon tidak masalah. Karena kalau ditemukan potensi migas baru, toh Kabupaten Cirebon juga akan menerima manfaatnya. Tapi ini kan baru survei. Dan survei ini dengan alat yang lebih canggih,” ungkapnya. (dri)