Lapor ke Pemerintah Pusat, Ridwan Kamil: 18 Juta Dosis Vaksin Sudah Disuntikkan ke Warga

oleh -19 views
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil acara konferensi pers perihal penanganan Covid-19 Jawa Barat yang dilakukan virtual di Kota Bandung, Selasa (14/9). (Foto: Biro Adpim Jabar)
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil acara konferensi pers perihal penanganan Covid-19 Jawa Barat yang dilakukan virtual di Kota Bandung, Selasa (14/9). (Foto: Biro Adpim Jabar)

BANDUNG – Provinsi Jawa Barat sudah menyuntikkan sekitar 18 juta dosis vaksin Covid-10 kepada masyarakat, dengan kecepatan rata-rata 268.697 dosis per hari.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat menghadiri rapat koordinasi evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa dan Bali secara virtual, Selasa (14/9).

“Semua akan kami tindaklanjuti sesuai arahan terkait vaksin juga kami laporkan sudah sekitar 18 juta dosis sudah tersuntikkan,” ucapnya.

Dengan angka tersebut, lanjut dia, sistem yang dimiliki Jawa Barat sudah siap untuk menyuntikkan vaksin dua kali lipat dari posisi rata-rata harian saat ini.

“Paling kami menitipkan vaksin, karena kecepatan harian kami sudah tertinggi sekitar 260.000 dan sebenarnya sistem siap untuk pakai dua kali lipat jika vaksinnya memadai,” kata pria yang kerap disapa Kang Emil.

Oleh karena itu, dalam kesempatan ini, Kang Emil berharap agar pasokan vaksin dari Pemerintah Pusat ke Provinsi Jawa Barat bisa ditambah lagi. Sehingga target 37 juta masyarakat yang disuntik vaksin untuk membentuk herd immunity di Desember 2021 ini bisa tercapai.

“Kemudian juga kami masih memohon mudah-mudahan target 15 juta vaksin per bulan sampai Desember tercapai 37 juta warga Jawa Barat itu mohon jadi pengertian,” ungkapnya.

Sementara, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, pemerintah akan terus mendorong program vaksinasi. Sehingga herd immunity segera terbentuk dan Indonesia bisa segera keluar dari pandemi Covid-19.

“Sekarang kita akan menghajar semua vaksin, karena itu cara kita untuk salah satunya menepis mengenai bisa naik lagi angka ini. Jadi saya mohon semua kita kerja bahu- membahu,” kata Menko Luhut. (jun)

Baca juga: